RSS

Arsip

Taut

KLASIK DAN NON KLASIK

Dalam Kompetisi Besar sekelas EURO 2012, partai manakah yang kalian tunggu-tunggu? Klasik atau Non Klasik? Aku termasuk yang random, yang non klasik aku tonton, yang klasik wajib tonton ūüėÄ beberapa partai klasik piala dunia yang pernah kuposting di blogku¬†

https://partnerinvain.wordpress.com/2010/06/29/duel-maut/

Partai klasik di Euro 2012 ini contohnya Spanyol vs Italia, Inggris vs Perancis, Portugal vs Jerman, Belanda vs Jerman. Biasanya sebelum pertandingan mulai, tidak media, suporter, pelatih, hingga pemain panas-panasan, digadang-gadangkan sebagai match of the match, namun apakah pertandingan klasik itu selalu menjanjikan pertandingan seru yang memuaskan pencinta sepakbola belum tentu. Contohnya pertandingan antara Inggris dan Perancis, yang bikin ngantuk dan berakhir seri, pemain frustasi, pelatih galau, penonton molor. Inggris seperti kehilangan kreatifitas tanpa Rooney dan memutuskan untuk menerapkan catenacio ala Italia dengan komandannya Papa Terry yang mengomandoi pasukan bertahan Inggris walaupun gawang Inggris akhirnya yang dikawal Hart akhirnya bobol juga oleh gol indah Samir Nasri, menyamakan kedudukan  setelah unggul lebih dahulu oleh tandukan Joleon Lesscott, setelah itu pertandingan berasa hambar apalagi pemain-pemain Perancis mulai frustasi menembus pengawalan defender Inggris sampai-sampai Karim Benzema dan kawan-kawan kepaksa melepaskan tendangan dari luar kotak pinalti.

Namun terlepas dari pertandingan klasik yang mengecewakan, lebih banyak pertandingan klasik yang mengasikkan, menegangkan, dan sayang dilewatkan seperti Italia dan Spanyol, walaupun berakhir seri namun pertandingan kedua timnas Eropa Latin ini menimbulkan decak kagum para supporter masing-masing ksebelasan, aku saja sampai bingung perkiraanku sebelumnya Italia akan bertahan dengan tameng gladiatornya dan Banteng Spanyol mengamuk, ternyata tidak Italia lepas keluar menyerang membuat pertandingan ini begitu menarik dengan skor seriyang memuaskan kedua fans setia masing-masing negara.

Begitu juga dengan pertandingan Portugal dan Jerman, Belanda vs Jerman! Tipe ketiga negara ini sama, menyerang! Portugal menyerang sambil dandan “ingat sisiran Ronaldo yang gonta-ganti” dan alisnya yang rapih kayak baru dicukur di Narsih

Jerman menyerang ala panser libas terus ataupun belanda yang total football menyajikan pertandingan klasik yang benar-benar asyik dilihat.

anak-anak muda Uber allez selalu tampil all out siapapun lawannya, apalagi lawan bukan sembarangan Portugal atau Belanda, mereka harus fokus….fokus….sefokus aku kalau pelatihJoachim Loew kena sorot kamera :), kemenanganpun mereka bukukan 1-0 dengan Portugal, 2-1 dengan Belanda. Grup ini akhirnya memang neraka bagi Belanda yang nasibnya diunjung tanduk setelah untuk kedua kalinya kalah. Hasil yang sangat buruk bagi finalis Piala Dunia, mereka yang bertabur bintang haruskah angkat koper lebih awal? sedih juga melihat sang jenderal Schneider dengan mata berkaca-kaca atau Robben terduduk lesu dengan kepala bocor dan Van Persie harus cukup tebar pesona dibabak awal saja. Namun apa boleh buat….kumbaya….Belanda….kumbaya….

Kembali ke lapangan, klasik dan non klasik…walaupun klasik bisa disamakan konser NKOTB dan BSB sedang non klasik itu konser SUJU! Apakah yang non klasik itu membuat kita bolos bergadang dan cukup liat skor akhirnya di TV besok atau ngintip twitter doang, tidak selalu! Bahkan kadang-kadang maunya cuma ngintip, jadi kebablasan dan malah nonton sampai episode terakhir Drama¬† Korea eh pluit terakhir berbunyi.

Tiga pertandingan non klasik yang asik, Ukraina vs Swedia, Portugal vs Denmark, Russia vs Polandia

 

Ketiga-tiganya menyajikan pertandingan nonklasik yang ala konser suju, menarik penuh aksi.

Polandia vs Russia, aku sudah berniat bolos menonton pertandingan ini, mulanya hanya ngintip lama-lama permainan Russia yang cepat dari kaki ke kaki mengadopsi tiki taka Barcelona membuatku terpesona, disini aku menyaksikan Dzagoev pemain Rusia bertubuh mungil berwajah imut berhasil lepas dari kawalan pemain Polandia bertubuh raksasa dan menaklukan penjaga gawang dengan tandukan kepalanya, pertandingan kian memanas Polandia balas menyerang dan akhirnya  berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1, sejak saat ini aku punya kuda hitam favoritku Russia, hati-hati calon lawan mereka nanti diperempat final, Arshavin dan kawan-kawan bukan lawan yang mudah.

Kembalinya pemain gaek Andrei “Sheva”Shevchenko dan Zlatan “Ibracadabra” Ibrahimovic membuat pertandingan Swedia dan Ukraina ini panas, Sheva akhirnya menunjukkan keperkasaannya dengan melesakkan dua gol ke gawang Swedia walaupun sihir Ibra dengan ikon sanggul cepol ala pramugari untung minus jambul Khalustiwa Syahrini berhasil menipiskan kekalahan menjadi 2-1.

Dan pertandingan the best of the best non klasik ini apalagi kalau bukan Portugal vs Denmark, kegantengan latin Eropa Ronaldo vs¬† kegantengan Viking Bendtner, eh ini bukannya kompetisi L-man kan? Bukan….bayangkan skornya susul….menyusul kayak dijalan tol! pertandingan berlangsung cepat dan agresif, Portugal memulai dengan tandukan Pepe yang tampil habis-habisan bahkan dari belakang lapangan, tengah, hingga ke muka gawang Pepe semua! Helder Postiga dengan gol cantiknya berhasil menambah keunggulan Portugal, 2-0.Namun 12 menit babak pertama berakhir Bendtner dengan postur kokohnya berhasil memperkecil kekalahan denmark 1-2. Menit ke 80, Portugal dikejutkan oleh gol denmark yang lagi-lagi dilesakkan striker Arsenal Bendtner! Untung saja Varela ketegangan suporter Portugal hingga skor terakhir 3-2 untuk Portugal. Ronaldo terus ngapain? Ronaldo masih betulin rambutnya yang lepek, jambulnya ngga jingkrak….sorry babe! tampangmu tidak mengalihkan dunia, ting!¬† kedipan mata Muller…he..he…

 

 

 

 

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 15, 2012 inci Uncategorized

 

Tag: , , ,