RSS

Arsip Tag: relationship

CINTA BULAT-BULAT

Ada masanya saat aku lagi diterjang asmara. Aku merasa waktu berhenti saja dititik ini. Toh aku merasa sangat bahagia. Hari-hari terasa begitu manis dengan si dia disampingku. Jatuh cinta efeknya luar biasa memang. Kayaknya kita berada diawang-awang, sedang dunia dan realitasnya nun jauh di bawah sana.

Namun yang namanya kesempatan tidak pernah memilih waktu. Padahal kalau bisa, kalau bisa sih kenapa tidak saat aku jomblo kemarin-kemarin kesempatan itu datang? Bimbang? Banget! Soalnya kesempatan ini jarang-jarang banget dan sudah kuidam-idamkan sejak aku kecil dulu. Namun memiliki kekasih, bukankah sesuatu yang kuidam-idamkan sejak dulu juga? (malu-malu tupai) Apalagi kekasihku yang satu ini  ya 11 12 getho kalo zaman sekarang dengan Edward Cullen.

Ini saat terberat waktu itu. Mau bilang ke dia maju mundur, bilang ngga? Akhirnya aku bilang juga .

“Yang aku lolos.”

“Lolos apa?”

“Lolos seleksi pertukaran pemuda ke luar negeri.”

“Luar Negeri?” mukanya langsung datar.

“Berapa lama”

“Sebulan.”

“Sebulan? Seharipun aku ngga sanggup ngga ketemu kamu.” Duh, mau pingsan kan denger jawabannya.

“Tapi aku pengen banget ikut program ini. Aku memimpikannya sejak kecil. Sebulan ngga lama kan?”

“Sebulan ngga lama?!”

“Kamu bisa aja lirik-lirik cowok sana.Aku tidak percaya long distance relationship.”

“Tapi ini kan cuma sebulan.”

“Terserah deh,pilih ke luar negeri atau aku!”

Deg! Jantungku serasa berhenti berdetak. Bagaimana mungkin aku harus memilih dia dan kesempatan itu. Aku merasa hidup terasa tidak adil. Padahal mungkin menurut pandangan orang lain alangkah tidak adilnya kalau gadis itu mendapatkan keduanya.Tapi bagaimana lagi, walau berat aku lebih memilih ikut program ke luar negeri. Si dia pergi menjauh dariku, karena dia merasa dia bukan pilihanku.

Sebelum hari keberangkatanku aku banyak menangis. Menangisi kekasihku yang pergi dan terus bertanya-tanya dalam doa apakah keputusanku ini benar. Kadang ingin rasanya aku menarik perkataanku kembali tentunya aku masih bersamanya. Namun nasi sudah menjadi bubur. Saat diklatpun aku masih sempat menilponnya untuk pamit, namun tanggapannya sangat dingin.Dengan terluka aku berangkat. Ternyata program yang kuikuti benar-benar luar biasa, memang tidak bisa disamakan dengan jatuh cinta, tapi aku merasa sangat beruntung mengikutinya. Melihat negeri lain, belajar budaya asing, menjalin pertemanan dengan banyak orang baru, memilki keluarga baru, dan tanpa kusangka-sangka menemukan cinta baru (ehem), sepulang dari program aku bertemu temanku, temanku bilang, “Tahu ngga mantanmukan udah punya pacar baru”.

“Wajarlah dia memiliki kekasih baru toh dia kan sudah sendiri lagi.”

“Tapi mereka sudah ngedate saat  dia masih jadi pacarmu!”

Tiba-tiba penyeselanku akan kehilangan dirinya menguap begitu saja. Andai aku memilih dia, aku tidak akan mendapatkan apa-apa selain kekecewaan dan kekecewaan. Ternya cinta sih cinta tapi jangan cinta bulat-bulat. Dari sini aku belajar, apabila cinta menghalangimu menjadi orang lebih baik atau menghambatmu meraih mimpimu, itu bukan cinta tapi pengekangan berlandaskan cinta yang egois. Saat muda  waktu kita masih banyak untuk meraih kesempatan dan mimpi termasuk kesempatan mendapatkan cinta baru *wing-wing*. Cinta yang memberi kita kesempatan untuk berkembang dan meraih mimpi. Mimpi kau dan aku. Mungkin mimpi bersama kelak.

photo dipinjam dari weheartit

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada April 15, 2011 inci think tank, Uncategorized

 

Tag: , ,