RSS

Arsip Tag: penjual

TINGKAH PENJUAL YANG BIKIN PEMBELI ILLFEEL

Hubungan penjual dan pembeli itu bagai simbiosis mutualisme, saling menguntungkan apalagi kalau pembeli dengan pelayanan si penjual bisa jadi si pembeli itu balik lagi-balik lagi atau TOA gratis kepada calon pembeli lain tanpa memasang iklan.

Pasti rekan blogger pernah balik kanan grak atau tiba-tiba resleting tas tiba-tiba ngadat waktu mau ngambil dompet gegara meliat kelakuan si penjual. Aku sering memperhatikan kelakuan penjual atau penjaga toko yang membuat si pembeli angkat kaki dan tidak balik-balik lagi trus ngajak semua followernya di twitter untuk “Jangan” mampir di toko itu 🙂

1. Tipe gadget mania
Ini niat jualan apa ngga sih yang namanya penjual offline (bukan online) harus komunikasi dengan pembeli, lha ini bukannya ngobrol atau basabasi dengan pembeli malah asyik sendiri sama BB atau Ipadnya. Kalau mau dagang stop twitteran dan BBM-am, Mbak-Mas, pembelimu pengen denger suaramu.

2. Jutek
Wajah ngga perlu seganteng Zumi Zola dan secantik Fernita, Ngga perlu pake rok mini atau baju berpotongan dada rendah, cukup perkataan ramah dan senyum manis. Memang satu dari seratus pembeli itu ada yang menyebalkan, dan mungkin hanya cuma cuci mata, tanya-tanya doang lalu pergi, namun melihat keramahan anda mungkin suatu hari nanti dia akan kembali dan membeli.

3. Membeda-bedakan pembeli
Ada yang datang pake BMW langsung pasang muka manis, yang datang naik motor butut dicuekin. Yang datang rambut disasak berjambul katulistiwa menenteng Hermes langsung diajak ngobrol, yang datang pake sandal jepit jins sobek-sobek, dipandang sebelah mata juga tidak. Tiba-tiba yang pake sendal jepit itu ternyata ngeluarin duit dari tas kresek sambil bilang, “gue beli sama tokonya sekalian juga bisa kok!” Gimana?

4. Ngegosip
“Dasar pelit, harga segitu masih ditawar.”
“Suaminya jelek banget, ngga sebanding sama istrinya.”
“Liat norak banget blusnya beli di pasar jongkok kali.”
“Dia lagi….dia lagi…beli kagak.”
pernahkah terpikir kalau celutukan, gosip, nyinyir yang anda ungkapkan sebagai penjual terdengar sama si pembeli atau calon pembeli lain? Walaupun kenyinyiran anda itu ditujukan pada orang tertentu tapi bagaimana dengan pembeli lain tidak kah terpikir oleh anda pembeli lain berpikir jangan-jangan saya dinyinyirin juga selanjutnya.

5. Out of stocks
pernah ngga, kita sebagai pembeli ilfil dan ngga jadi beli gegara ngga ada ukuran yang sesuai atau warna yang diinginkan? kalo cuma satu dua sih ngga papa kalo semua barang ngga ada yang ready stock mending cari di toko yang lain.

6. Tidak punya kembalian
Sebagai penjual sudah seharusnya sebelum membuka toko mempersiapkan uang kembalian. Jangan sampai uang kembalian diganti permen atau bilang ngga ada uang kembalian. Berapapun uang penjual harus dicari kembaliannya entah tukar uang ke tukang parkir terserah yang penting harus ada kembalian masak orang beli di tolak gara-gara ngga ada kembalian?

7. Terlalu Agresif
Baru didepan pintu sudah disambut gegap gempita, diatawarin ini itu, dijelaskan panjang lebar buntutnya dipaksa beli. Wuaaaah atuuuuut….pembeli itu kayak calon suami atau istri, kalo dipaksa bisa-bisa kabur. Biarkanlah pembeli merasa nyaman dan memutuskan keinginannya sendiri.

7 kelakuan diatas yang bikin pembeli ilfil ini sangat subjektif dan hanya menurut sudut pandang sebagai pembeli doang, mungkin rekan blogger atau penjual sendiri yang ingin menambahkan, silahken.

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 24, 2012 inci think tank

 

Tag: , , , ,