RSS

Arsip Tag: masa kecil

Frans dan Rahma

Puluhan tahun yang lalu, kita seumuran. Disebuah Komplek bernama KPN. Umurku baru 4 tahun saat bertemu Rahma. Teman pertamaku diluar keluarga. Aku ingat kita bermain boneka-bonekaan diatas ranjang itu di tahun 80-an, masih kudengar sandiwara radio yang terkenal itu sebagai backsound. Rahma yang lucu dan mudah tertawa. Aku suka berada ditengah keluarganya yang hangat. Sejak itu kami berdua tak terpisahkan sejak TK hingga SD, hampir tiap hari bahkan malam kita main bersama. Sebenarnya aku dan Rahma punya satu sahabat lagi Maya, Maya ikut tinggal di rumah Omnya yang Kepala Kantor, jadi rumahnya paling besar dan dia punya video disanalah aku pertama kali nonton video candy-candy yang legendaris itu. Halaman belakang rumah Maya sangat luas, kita bahkan membuat taman bermain kecil disitu ada ayunan, jungkat-jangkit, komidi putar mini, rumah hantu dari kardus, tapi segerombolan anak yang lebih besar memainkannya terlebih dahulu hingga taman bermain kami rusak:( Waktu SD kami bertiga sekolah naik sepeda tapi kadang sering diantar Om Maya naik mobil dinasnya, lumayan tidak kehujanan dan keringatan :)..Oh ya Tante Maya itu orang Bandung dan pernah terpilih jadi putri kecantikan di Bandung, beliau punya salon mini di rumahnya. Kalau beliau lagi ngga ada kerjaan, kami teman-teman Maya jadi eksperimen beliau, dipotongin rambut, dikriting, didandanin….he…he… dulu sukaaa banget dengerin cerita di kaset timun man, Kleting kuning dan lain-lain, saking sukanya kita ngerekam sendiri cerita anak karangan sendiri, suaranya kita isi sendiri, Rahma the best dubber dia bisa meniru suara apa saja, nenek-nenek, tante-tante jahat, hingga cowok ganteng…ha…ha…Tapi kita harus berpisah Maya harus balik ke Bandung. Aku masih ingat tubuhnya yang berisi, mukanya yang bulat dan putih dengan pipi kemerahan, rambutnya yang panjang dan berponi dan kemanjaannya. Aku dan Rahma kebanyakan mengalah padanya…walau begitu kami menyayanginya, Tiap ingat Maya aku ingat kami merayakan ulang tahun kucingnya dan membuat dapur kacau balau karena ingin bikin kue ultah si kucing. Maya pindah ke NTT mengikuti Om dan tantenya dia sering berkirim surat dengan Aku dan Rahma hingga kami remaja. Cerita kamipun tak lagi cerita boneka BPan atau film kartun, tapi cowok-cowok yang kami naksir atau teman-teman di sekolah…hingga terpisah tak ada kabar beritanya lagi, alamatnyapun aku tak tahu entah dimana.Maya…I miss youuuuu….

Sepeninggal Maya aku masih bersahabat dengan Rahma kadang kami bertiga dengan adikku, Lita. Kami jarang musuhan, kalau musuhan biasanya karena salah paham. Walau saat musuhan kami merindukan untuk berteman, kadang kalau lagi musuhan walau wajah saling cemberut, aku liatin Rahma di kaca, Rahma senderan di pagar rumahku nunggu salah satu yang menyapa, biasanya sih tidak tahan juga akhirnya senyum-senyuman, ketawa-ketawa lagi. Kita itu soulmate sahabat sejati. Aku tidak menemukan sahabat seperti dia setelahnya dia unik, kreatif, kadang kita rebahan bareng menghayalkan hal yang sama, kita satu gelombang radio…Aku datang saat pernikahannya. Dia lantas pindah ke kota lain, kadang dia mengunjungi rumahku, terakhir dia datang ke rumahku dengan suami dan anaknya. Tidak ada yang berbeda, Rahma yang sama yang kukenal, tak pernah habis cerita dan canda kita. Dulu tiap aku merindukannya aku bertemu dengannya. Namun sekarang karena kesibukan kita kehilangan kontak, aku mencari namanya di facebook…tapi bukan Rahmaku…tapi Rahma-Rahma yang lain.

Frans tinggal tepat diseberang rumahku, bukan rumah komplek. Waktu itu keluarganya masih tinggal di rumah kakek dan neneknya yang sangat nyaman dan rimbun. Sebenarnya aku lebih dulu berteman dengan kakaknya, Tati seorang gadis cantik yang beranjak remaja, namun karena dia mulai tertarik dengan percintaan dan lelaki sementara aku masih suka main galasin, lempar bola, petak umpet aku jadi akrab sama adik laki-lakinya. Frans. Saking akrabnya dengan keluarga ini aku sering mandi sore bareng sama mereka cuma pake celdam dan kaos kutang…he..he…shampooan bareng, siram-siraman air ledeng, bila hujan turun kita berdiri diplang air rumahku serasa mandi pancuran baru berhenti kalau sudah dimarahi mama.Aku ingat setiap main “pengantin” aku selalu dipasangin dengan Frans. Memakai gaun putih berenda Frans memakai jas. Karena Frans setahun lebih muda dari aku dia tidak malu…dia senang-senang saja.Namanya juga anak-anak…acara pengantinya banyak makan-makannya…ha…ha..

Frans juga berteman dengan Rahma, aku ingat saat kita mulai beranjak remaja aku mulai tertarik dengan lelaki tetangga rumah sebelah, semua perasaanku kutuangkan didalam diariku. Aku tidak pernah bilang siapa cowok kesukaan itu karena malu pada Rahma dan Frans. Tapi itu anak dua penasaran dan kepooooooo banget, akhirnya mereka berdua berhasil merebut diariku dan dibacakan dengan nyaring….aku yang malu rebut-=rebutan sambil diledekin kubuang aja itu diari ke jendela…dua anak itu makin pesaran aja, lari ke dapur balapan ngambil itu diari karena tanah di sebelah rumahku itu rawa mereka pada rebutan akhirnya mereka kepleset dua-duanya…kecemplung lumpur…aku ketawa tergelak-gelak…rasaiiiiin!

Frans akhirnya pindah rumah juga, lama aku tidak mengenal kabarnya. Hingga akhirnya kami bertemu lagi di facebook, dia sudah jadi Bapak-Bapak dengan hobby keren, offroader, fotografer, dan diver. Bagiku dia itu sahabat laki-laki pertamaku. Pure sahabat.

Frans dan Rahma bersama kalian aku mengenal arti sahabat yang sebnarnya dan bersama kalian aku memiliki masa kecil yang sangat indah. Terima kasih atas hari-hari menyenangkan dimasa kecil kita. Kalian selalu ada dihatiku.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 28, 2013 in my life

 

Tag: , ,

KENANGAN TERINDAH


Apa sih yang kalian ingat dari masa kecil kalian? Yang paling kuingat dari masa kecilku adalah masa-masa bermain. Permainan apa saja yang biasa kalian mainkan diwaktu kecil? Beberapa diantaranya terekam kuat dalam ingatanku dan menjadi kenangan indah dalam hidupku.

1. Mandi Hujan
Saat hujan turun dengan lebatnya. Aku dan teman-teman berlarian di jalanan, bersorak-sorak gembira. Merasakan titik-titik hujan membasahi tubuh kecil kami, kadang kami bernyanyi dan menari atau sekedar tertawa-tawa gembira. bergulingan ditanah berlumpur saling menyipratkan lumpur ke muka kawan dan terbahak, hingga menggigil dipancuran rumah tetangga tak berenti sampai ibu-ibu kami memanggil pulang dan siap-siap kena jewer πŸ™‚ tapi tetap saja punya akal untuk kabur hanya sekedar menikmati betapa nikmatnya mandi hujan. Tahu tidak paling perih rasanya melihat anak-anak lain bersuka ria mandi hujan sementara aku hanya menatap pilu dibalik jendela dengan berderai air mata.

2. Mandi di Sungai
Awal-awalnya belum bisa berenang aku tidak berani main jauh-jauh ke dalam air. Diam-diam tanteku yang gemes melihat kemampuan berenangku tidak pernah naik tingkat melemparku ke tengah sungai. ternyata manusia itu emang dibekali Tuhan untuk survive, dengan kemampuan seadanya aku mengerahkan semua kekuatan yang tersisa menggerak-gerakkan tangan dan kakiku, timbul tenggelam rasanya tak sampai-sampai, saat aku berhasil mencapai tepi sungai semua temanku bersorak sorai…beuh…rasanya seperti memenangkan olimpiade πŸ™‚ sejak saat itu mandi di sungai ritual paling kugemari. Ngga perduli kulit jadi hitam legam, rambut kutuan, belum lagi gangguan “pisang goreng terapung”, pokoknya nyebuuuuuuur. Ohya, ngomong-ngomong tentang “pisang goreng terapung”, waktu kecil dulu suka main salah seorang dari kami menyelam dengan sebatang enceng gondok dikakinya, lantas menyelam dikedalaman berapa dilepasnya enceng gondok dari kakinya, kami yang diatas menunggu hingga batang enceng gondok itu timbul berenang memperebutkannya, siapa yang dapat dia menang. Eh, temanku saking kebeletnya menang, melihat ada yang timbul ngga dicek dulu warnanya kuning atau hijau main nyebur aja rebutan, eh pas udah ditangan…kenapa enceng gondoknya bau…mana lembek-lembek gimana…ya jelas wong dia megang “pisang goreng terapung” hasil buangan jamban di hulu sungai….he..he…

3. Main sama cowok
Main sama cewek biasa, masak-masakan, mainan boneka, dandan-dandanan. Tapi main sama cowok itu berkesan sekali, tahu ajakan cowok mainannya yang rada kasar-kasar gitu, main lempar bola kasti, mereka ngelemparnya ngga tahu cewek atau cowok…Bokkkk! kena punggung! Bokkk kena kepala! tapi dasar ngeyel kalo bisa balas wah seneng banget, apalagi sampai bikin cowok nangis πŸ˜€ eh pas dilaporin sama kakaknya yang badannya gede dan sudah SMP pucet deh….ngumpet dibawah kasur. Main kelereng, lempar gambar, main kartu. Perang-perangan, Ih! paling sebel kalo anak-anak cowok udah bilang, “Anak cewek ngga boleh ikut!”

4. Main hantu-hantuan
Kumpul salah satu kamar atau rumah teman kami yang orang tuanya tidak ada biasanya malam hari. Dulu rumahku di komplek perumahan jarak rumah kita deket, kadang kalau ada orang tua teman yang mau pergi sebentar teman-teman yang rumahnya deket nemenin. lampu dimatikan kita semua sembunyi ada salah seorang teman kami yang jago banget niru gaya Oma Susana di film Sundal Bolong persis dengan rambut panjang ketutup muka dan ketawa mengikiknya, bajunya dipakein daster punya mamanya temanku yang gede sampai mata kaki. Kita dikejar-kejar sama tuh hantu menjerit-jerit ketakutan semakin seram semakin seru.pernah saat kami asyik-asyikknya dikejar-kejar hantu di dalam gelap, pintu ada yang ngetuk, mana ngga bersuara lagi, diluar gerimis pula. Semua pada meringkuk ketakutan hantunyapun ikutan-ikutan nyungsep ketengah-tengah kami, ternyata yang ngetuk pintu itu Bapaknya temanku yang sedari tadi nyari-nyari anaknya yang belum makan malam.Lega deh.Kalo diingat-ingat malam itu horor banget!

5.Jadi pengantin
waktu kecil suka main jadi pengantin bo’ong-bo’ongan gitu. Biasanya yang mau jadi penganti cowoknya, anak-anak yang masih kecil saja yang sudah gedean udah malu. Jadilah pengantinnya jomplang gitu, yang wanitanya tinggi besar mempelai laki-lakinya mungil dan culun banget. Bajunya suka kegedean harus dipakein penjepit, yang cowoknya karena jasnya aja tanpa celana alhasil yang laki-lakinya pake jas sama celana pendek saja πŸ™‚ karena kaos tangannya yg ada cuma pengantin cewek, pengantin cowoknya sarung tangannya kaos kaki putih, tapi semua senang, pengantinnya apalagi.

6. Bikin sandiwara radio, majalah dan perpustakaan
Bermodal tape recorder dan kaset kosong kami bikin sandiwara radio. Dulu kan lagi booming kaset dongeng anak-anak, seperti Timun Mas, Cinderella. Aku dan teman-teman juga bikin, ceritanya ya kisah dongeng karangan sendiri, temanku ada yang jago suara nenek-nenek, ada juga jago suara cantik, suara cantik itu mendengar suaranya seperti melihat wanita cantik itu loh! Suara Bapak-Bapak, aku sih kena suara latar saja….:)trus kami juga bikin majalah sendiri dari kertas HVS ditempel photo-photo, komik yang kami gambar sendiri, ada cerpennya, ada cerita lucu hingga zodiaknya pula, yang baca ya kita sendiri, majalahnya cuma satu bacanya harus bergiliran. Waktu berikutnya kami latah bikin perpustakaan, buku-buku yang kami punya dikumpulin terus kita buka perpustakaan kecil, lumayan banyak pengunjungnya sampai dari uang sewa kita bisa beli buku baru, tapi lama-lama buku-buku kepunyaan kami banyak yang tidak kembali, lama-lama perpustakaan dadakan itu tutup sendiri.

6. Nonton Video Bareng
Yang terakhir ini agak canggihan dikit zaman dulu ngga ada play station, ada sih tapi yg mungil pake batere itu, gamenya juga satu dan harganya mahaaaaal. Nah, ngomong-ngomong soal video, video dulu bentuknya kotak kayak PC komputer kasetnya juga kayak buku video betamax kita biasanya bilangnya. Harganya juga mahal orang-orang kaya saja yang biasanya punya video. Di komplek rumahku ada tetanggaku yang punya video waktu aku kecil, setiap malam minggu keluarga ini biasanya menggelar nonton bareng, TV dan video ditaruh diberanda dihalaman dikasih bangku-bangku gitu buat penonton, jam 8an film anak-anak gitu voltus 5, Lion Man, Candy-Candy, ibu-ibunya masak bubur kacang, maleman dikit giliran Bapak-Bapak dan ibu-ibunya nonton film kungfu berseri itu, kadang kalau ngga ngantuk aku masih ikutan nonton, maleman lagi baru film James Bond..:D
Itu saat yang tak terlupakan bagiku, disitu kerasa banget keakraban kami warga sekomplek, terlihat dari tawa canda Bapak-Bapak dan Ibu-bunyanya dan betapa ributnya kami anak-anak bisa menonton film animasi dan superhero yang lagi in saat itu. Pas hari senin dengan bangganya aku bercerita aku sudah nonton Candy-Candy padahal nontonnya nebeng TV tetangga. πŸ™‚

Ah, momen-momen itu seperti lagunya Christian bautista di iklan pengganti gula itu. The sweetest moment I’ve ever had. Aku akan selalu mengingatnya. Bagaimana dengan rekan blogger sekalian, bagaimana kenangan terindah kalian diwaktu kecil dulu?

 
21 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 8, 2011 in my life, Uncategorized

 

Tag: , , ,