RSS

Arsip Tag: lucu

IT IS NOT FUNNY AT ALL

Coba baca kutipan twit ini:
Udiiin…Sini Lo pulang cepett!/ Ntarr ahh, Makk../
Ehh..dasar Anak setan, berani lo yah sama ibu setan..
#Balada N*z*rudin.

Ah, mungkin bagi sebagian orang kicauan ini lucu. Tapi bagiku ini tidak lucu lagi. Dalam tulisan ini aku bukan membela siapa-siapa, karena orang yang diolok-olok itu bukan siapa-siapa aku kok? Tapi yang namanya sama dengan beliau ini seIndonesia berapa banyak coba?

Bayangkan saja kalau nama yang disebutkan diatas adalah Bapak, anak, kalian bagaimana perasaan kalian?
Bayangkan juga perasaan beliau itu sendiri terlebih-lebih ibunya. Aku balik bertanya pada yang bikin twit kalau tiba-tiba ada yang ngetwit nama kamu dengan twitan diatas bagaimana?

Itulah kadang-kadang, aku merasa kasihan pada orang-orang yang berpikir dirinya “cool” membuat lelucon atas seseorang dan mereka pikir itu lucu.
Bahkan ada yang punya spesialis tukang bikin twittan olok-olok. Apalagi mereka itu dianggap “celeb” di twitter dan di follow banyak orang, bahkan leluconnya yang tidak lucu itu di retweet berkali-kali oleh orang-orang?

Aku setuju dengan pendapat Mbak Deviriana yang tidak setuju dengan “perkosaan” dijadikan lelucon di memetwit, seperti juga kata “autis” mungkin bagi orang-orang yang tidak pernah merasakan diperkosa atau memiliki orang yang dekat yang menderita autisme itu lucu? Tapi bagaimana pula korban perkosaan, orang-orang tua yang anaknya autis, bagaimana perasaan mereka dijadikan bahan tertawaan seperti itu?

Hati-hatilah, karena sekecil apapun perbuatan kita di dunia ini dicatat malaikat termasuk kicauan di twitter!Hiiii….*introspeksi diri sendiri* Ngecheck twittan sendiri.

Iklan
 
14 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 15, 2011 in note of the day

 

Tag: , ,

Bukan Cinta Monyet

Ini bukan kisah cinta tapi kisah nyata

Saat sahabatku main ke kotaku aku ngajakin dia ketempat wisata sebuah pulau yang banyak di huni monyet seperti di Sangeh di Bali itu.

Awalnya sih sepi lebih banyak manusianya dibanding monyetnya

Namun saat hari beranjak siang dan Bapak juru kunci pulau itu mulai berauo ala Tarzan, monyet-monyetpun bermunculan dari penjuru pulau. Rupanya waktu makan siang bagi para monyet.

Sahabatku senang banget ngeliat tingkah-tingkah lucu monyet-monyet bahkan dengan riangnya ia memberi paket makan siang bagi monyet-monyet itu seplastik kacang dan pisang.

Makin lama monyetnya makin banyak dan ada salah satu dari mereka yang sedari tadi liatin aku terus. Aku jadi rada-rada deg-degan dipandangin kayak gitu…kalo yg mandangin kayak gitu Edward Cullen sih betah tapi yg ini monyet segede anak SD dan mukanya itu loooooh tuaaaaa banget….kayaknya Mbahnya monyet deeeh, brewokan gitu. Aku toleh…dia masih tetep mandangin aku..toleh sekali lagi dia malah melotot, kabuuuuur….tu monyet malah ngejar…lari kesini dikejar…ke sono…dikejar…ini monyet apa trantib sih….muter-muter…dia muter juga…benar-benar mimpi buruk siang bolong, kejar-kejaran ala film action terus berlangsung…hingga brukk aku nubruk orang dan seperti efek tabrakan beruntun sesuatu yg berat menggayuti pundakku…Huaaaaah tu mbahnya monyet bergelantungan dipundakku….Aku sukses nangis kejer berdiri…bukan akting…takuuuuuuut beneran, akhirnya tuh monyet bisa lepas setelah dibujuk ama pawangnya.

Walau tu monyet udah lepas dan aku udah balik ke rumah aku masih terbayang-bayang peristiwa itu hingga seminggu lamanya.

Bukan….ini bukan kisah cinta monyet.

Ini kisah nyata.

Antara aku dan monyet.

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 8, 2010 in my journey

 

Tag: , ,