RSS

Arsip Tag: ibu dan anak

WONDER WOMAN IS BACK

Aku selalu merasa dibalik topeng super hero wonder woman itu Ibuku.

Kuat, cekatan, tangguh, pantang menyerah, suka menolong,tapi juga cantik dan menawan.

Tapi apa jadinya spider man tanpa Mary Jane?

Super man tanpa Louise Lane?

Apa jadinya wonder woman tanpa pasangan jiwanya?

Lemah, rapuh, tak berdaya.

Dia tanggalkan jubah dan topengnya.

“Kau tidak akan mengerti…..” katamu dengan tatapan sayu, “Bagaimana rasanya kehilangan separuh ragamu. Menghabiskan separuh hidupmu bersamanya. ” katamu lirih, “sepi…sunyi….”

“Aku juga kehilangan dia. Sangat kehilangan…”

“Tapi kau anak, sedang aku istrinya…beda anak kehilangan ayah, dengan seorang istri kehilangan suami.”

Aku mencoba mengerti.

mencoba memahami.

Kehilangan pacar saja aku nangis kejer seminggu dan berbulan-bulan menangis dalam hati.

Apalagi dia, ibuku….kehilangan suami untuk selamanya.

Hanya doa dan kenangan…walau kadang rindu begitu dalam…

Hingga suatu hari…aku menemukannya lagi dengan topeng dan jubah lengkap….siap untuk beraksi…

Kau menatapku dalam, “Aku tidak ingin “mati” sebelum aku mati. Hidup terus berjalan…aku akan terus berjuang…”katamu dengan senyum terkembang.

Wow! WONDER WOMAN is back!!! ting! aku mengerdipkan sebelah mataku.

Tiga superwomen berpose, “Aku si Bat Woman, adikku si Cat Woman…dan Leadernya…Our Mom, si Wonder Woman!SIAP BERAKSI!

Iklan
 
16 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 21, 2010 in my life

 

Tag: ,

INISIASI

Aku sering melihat ibu dan anak berpeluk-pelukan dan bertangis-tangisan di stasiun, bandara atau pelabuhan. Cerita melodrama seperti ini tak pernah terjadi antara aku dan mama. Kita cenderung “gengsian” dan “jaga imej” disetiap kesempatan “berpisah untuk sementara” itu. Mungkin kita bukan orang yg ekspresif dalam dalam hal ini,Paling cuma cium tangan dan dadah-dadahan.

Namun setiap kali aku pergi jauh sendirian sehari sebelumnya atau malamnya selalu saja ada momen “inisiasi pelepasan” antara aku dan mama. Kadang disengaja kadang tidak disengaja. Bermula dari tiket keselip, baju bawaan, koper atau tas gede, sekantong obat-obatan,jumlah kaos kaki, celana dora emon (celana yg banyak kantongnya), gembok pengaman copet hingga kotak bekal segede rantang untung ngga dengan dispensernya sekalian yg bikin aku sedikit “diskusi” dengan emakku tersayang.

Kadang semuanya smooth dan acara packingku berhasil mulus dibagian X-ray mama, ulah si yayang yg ngapel liwat waktu bikin kita “diskusi”, “Kamu tau udah jam berapa ini, besok kamu musti pergi subuh. Kalo ngga cukup istirahat ntar kamu disana sakit lagi.”…eng-ing-eng….diskusi dimulai dan lucunya tak pernah berhenti jika sebelum ada yang pecah….(jangan berpikiran piring gelas terbang yaa….) Tak berhenti jika tangisku tidak pecah…dan selalu Mamalah pemenangnya, setelah “acara tangis kejer itu usai” legalah Mama melepasku pergi. Anehnya hatikupun terasa ringan untuk melangkah pergi.

Akhirnya walaupun agak “ajaib” kadang aku menunggu-nunggu momen ini terjadi sebelum aku pergi, kadang aneh aja kalo everything is ok dan “ngga ada apa-apa”ย  benar aja…si mama selalu punya 1001 macam cara membuat anaknya ‘yg cuek” ini menjadi melankolis tanda sayang mama padaku.

 
17 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 6, 2010 in my life

 

Tag: , , ,