RSS

Arsip Kategori: think tank

TERGODA

Beberapa hari yang lalu datang Mbak-mbak ke tempat kerjaku. Biasa sih sales dateng jualan ini itu, bahkan kantorku heboh mendadak saat Mbak-Mbak abal-abal alias banci jualan panci…seperti biasa kalau harga terjangkau dan bisa kredit ada aja yang beli…hehehe…termasuk aku, walau buntut-buntutnya nyesel setelah di bawa ke rumah cuma di pejeng di lemari doang, entah ribet menggunakannya, susah membersihkannya…atau alat-alat olah raga panas-panas tahi ayam saja setelah beberapa lama alat olah raga itu berubah fungsi jadi maianan anak, tempat naruh tas…dan lain-lain. Nah, Mbak-mbak yang satu ini nawarin skin care gitu, kosmetik, bukan merek yang biasa beredar di masyarakat seperti Oriflame atau Avon, katanya sih produk baru. Si Mbaknya nerangin produknya berapi-api dengan bonus didandanin…siapa nolak? beramai-ramailah emak-emak di kantor antri didandanin. Entah si Mbaknya yang ahli make up atau produknya yang bagus, yang pasti teman-teman merasa puas dengan hasil make over dadakan itu…langsung deh jepret-jepret selfie…hihihi abis kelihatan jadi lebih cantik dan kinclong. Apalagi siapa yang menjadi member dijanjiin facial di kantor murah meriah…bulan berikutnya syarat jadi member harus beli produk seharga Rp. 470.000…langsung pengsan…yaa namanya ibu-ibu tergoda juga…walaupun bulan tua loh…duit segitu bisa dibeliin sembako seminggu!

Beberapa dari kami termasuk aku tidak tergoda. Soalnya dulu pernah ada yang beginian juga, setelah beberapa bulan orangnya tidak datang-datang lagi. Lagian aku baca-baca akibat kosmetik berbahaya. Beberapa temanku pernah beli yang beginian sudah beli mahal-mahal tidak terpakai karena tidak cocok dengan kulit mereka. Mending memakai kosmetik yang sudah terkenal dan kalau jatuhhnya mahal juga, lagian yang ngaku-ngaku resep dokter itu tidak semua produknya aman asli dan cocok untuk semua jenis kulit. Masih banyak kok kosmetik murah tapi baik halal dan ada izin POMnya. kalau sudah cocok kenapa harus ganti-ganti, buat wajah kok coba-coba, apalagi sama produk yang tidak jelas.

Jangankan yang tidak jelas, produk ternama saja ada KWnya kok. Ini pengalamanku sendiri. Aku biasa beli produk ini di instagram karena di daerahku belum ada yang jual. Biasanya aku beli di toko online langgananku dan hasilnya memang bagus. Suatu waktu si Mbak yang jual agak latereply, padahal aku butuh produk jualannya, aku cari toko online lain, harganya sama loh, tapi aku agak curiga di botol dan tempatnya ditempelin label cara penggunaannya , beberapa hari pakai mukaku langsung jerawatan, merah-merah dan gatal. langsung kuhentikan pemakaiannya. Padahal aku memakai produk yang sama di toko online langgananku tidak apa-apa dan hasilnya bagus di wajah, apakah ini produk palsu? Atau produk kadaluarsa? Wallahualam, tapi aku tidak mau pesan disitu lagi, itu yang harganya sama loh apalagi yang harganya jauuuuuh lebih murah…masak lipstik yang aslinya harganya 100 ribu bisa dijual cuma 25 ribu?waspadalah dengan produk kosmetik yang kalian pakai, bukannya jadi cantik malah jadi merusak wajah. Pada ngga mau kan?

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 27, 2015 in think tank

 

Tag: , ,

NARSIS, GALAU, DAN ALAY

Apa-apaan ini tiba-tiba aku posting berjudul Abegeh banget kayak begini, ditilik-tilik dari umur sudah termasuk Abege tua…he…he…justru itu aku mau bilang Narsis, galau, dan alay bukan hanya dominasi Abege saja namun juga orang-orang setengah tua tapi masih bisa dibilang muda tapi ngga pake banget!

Bedanya narsis, galau, dan alay seumuran kita-kita beda dari jenis dan dosisnya dari Abege, loh? bedanya apa seeeeh?

1. Narsis
Kalo Abege narsis photo bareng pacar atau photo dengan mimik-mimik lucu, pipi digembungin lah, bibir dimonyongin lah, ama temen-temen mejeng di sekolah atau di mal. Kalo seumuran kita2 liat saja profil bbm, photo di depan mobil, di depan kolam renang (milik tetangga), photo sambil nelpon mamerin hp canggih kreditan, photo arisan sama klub sosialita, yang terbanyak tentu saja photo sama suami tercinta dan buntut tersayang alias anak-anak. Kalau mobil,rumah gede, hape canggih kagak punya, yang paling mahal dan berharga apalagi kalau bukan anak-anak kita bukan? seenggak-enggaknya siapa tahu temen kita yang pengusaha batubara itu ngincer anak kita yang masih balita buat jadi mantunya entar (emak-emak matre!). Tapi suer, satu-satunya yang paling aku kagak nahan itu ya bangga-banggain anak sendiri, setidaknya oneday mamanya udah ngga ada trus mereka baca blog emaknya mereka tahu betapa emaknya bangga punya anak seperti mereka…(brebes mili).

2. GALAU
Siapa bilang emak-emak kagak galau, kalau abege itu jomblo atau diphpin bikin galau mereka harus liat emak-emak nangis bombay dipasar waktu mau beli bawang, atau liat Bapak-Bapak harus bayar SPP anaknya yang tiga-tiganya kuliah trus gajinya ngga cukup? lebih galau mana coba? GALAU BUANGET! Apalagi udah tanggal 20 ke atas…kalo waktu diskip langsung tanggal satu, bisa! Tau ngga….tau nggga aku mau beli sepatu yang keren itu tapi si dede susunya habis, galau! Pas lagi romantic scenes drama korea lampu mati, galau! Mau ngeblog, providernya lola….galau! cuman kita bisa mengatasi atau menutupi kegalauan kita dengan sedikit elehan…wkakakaka

3.ALAY
Ya ampun….alaynya kita kalau ngga alami ya lebay! Liat saja kalau ibu-ibu yang ikut kuis atau games pasti gayanya paling heboh! Di pengajian, di arisan, di kantor…kalau bos ngga ada…imej ngga udah dicari-cari, yang latahnya, yang pelupanya, yang ngocolnya,joget-joget ngga jelas maklum kita perlu pelepasan dari segala problema biar masih bisa berpikir sehat dan normal.

Begitulah, ternyata kita belum bisa move on dari narsis, galau, dan alay, cuma beda bentuk, cara, dan pelampiasannya saja, selamat bernarsis, galau, dan alay ria yaa….

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada April 6, 2013 in think tank

 

Tag: , ,

BROADCASTING MESSAGE

Ada yang pernah mendapat broadcasting message berantai tentang sesuatu kebaikan atau tanda-tanda kiamat namun diakhir pesan ada kalimat sebarkan pesan ini pada 33 orang semacam itu kalau tidak disebarkan si orang yang mendapat pesan akan kena sial 48 tahun atau kena musibah dll.

Duluuuuuu sekali waktu kecil aku pernah mendapat hal yang beginian namun bentuknya berupa surat berantai maklum zaman dulu belum ada HP apalagi blacberry messanger. Yang isinya biasanya tentang kedatangan hari kiamat yang sebentar lagi datang dan cepat sebarkan surat ini pada 10 orang teman dalam seminggu kalau tidak akan kena sial. Saking takutnya dulu aku ikuti saja, membacanya sudah gemetar apalagi mendengar ancaman seperti itu.

Sekarang hal semacam itu ada lagi namun dalam bentuk Broadcasting Messange Blackberry Messanger, dan kebanyakan teman-teman yang membroadcast pesan ini terprovokasi ancaman dikalimat-kalimat terakhir pesan-pesan itu.Aku sih tidak keberatan dengan pesan-pesan itu cuma yang membuatku bingung bukankah pesan-pesan itu membawa orang kepada kebaikan kenapa harus memakai kata-kata ancaman untuk menyebarkannya? Bukankah kalau menurut orang baik orang akan sukarela menyebarkan pesan itu entah lisan ataupun liwat BBM kepada orang lain, bukankah pesan kebaikan tidak dibatasi disebarkan untuk 1, 2, 10, 100, kalau menurut sipenerima itu baik pesan itu akan sampai dan terus sampai tiada batas? Mungkin sepengatahuan agama yang kuakui masih dangkal yang kuketahui kalau kita berbuat tidak baik dan kejahatan kita akan mendapatkan balasan entah di dunia ataupun diakhirat, begitu bukan? Nah, kenapa untuk menyampaikan sebuah kebaikan harus ada ancaman dan balasan yang berbanding terbalik dengan pesan itu sendiri?

Bagaimana dengan teman-teman pernahkah menerima broadcasting message seperti ini? Bagaimana menurut pemahaman teman-teman tentang hal ini?

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 11, 2012 in think tank

 

MARRIED WITH GRANDPA?

Sekarang lagi ngetrend ya gadis muda cantik kawin sama kakek-kakek demi uang. Tak habis pikir lagi didukung habis-habisan sama orang tua si gadis bahkan bangga bisa dibeliin ini itu sama menantunya yang kaya raya.

Bagi si wanita berpikirnya kawin boleh sama kakek-kakek tapi bisa diam-diam pacaran sama berondong kan? Pas ada suaminya digandeng mesra, pas suaminya tidak ada, ada yang tanya, “Siapa yang nemenin ke mal kemaren?”
“Itu kan papahku!”
Kebohongan ditutupi dengan kebohongan, kecurangan ditutupi dengan kecurangan, dosa ditutupi dengan dosa. Dimana letaknya kenikmatan dan ketenangan hidup? Demi kehidupan hedon di dunia yang sementara ini? Tapi aku heran, kok masih ada Kakek-kakek yang sudah kaya pengalaman hidup mau dimainin anak bau kencur ya?

Seorang teman bilang, kawin sama orang jelek tapi kaya tidak apa-apa tinggal tutupi mukanya, rasanya sama kok, lah kalo sama kakek-kakek apa sama ya????

Prinsipku dulu aku mau kawin sama kakek-kakek kalau ngga ada yang mau sama aku atau aku memang sudah nenek-nenek. Mungkin apa yang kuberikan pada kedua orang tuaku tidak seberapa tapi hasil jerih payah kerja kerasku sendiri bukan hasil morotin harta atau kerja keras orang lain.

Ya, itu prinsip akuloh dengan penampakan yang…so…so…Bagaimana jika aku terlahir dengan penampakan seperti jessica Iskandar, barangkali prinsipku akan berubah, ngga mau kawin kalo tidak Lee Min Ho melamarku! Titik! 😀

Sudahlah, come on Ina hidupkan pilihan. Mungkin bagi sebagian wanita menurut mereka pilihan mereka itu yang terbaik, so what, masalah buat lo?!?! So Girls, Ladies Bagaimana pilihan kalian, mau kawin sama kakek-kakek?

 
19 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 4, 2012 in think tank

 

Tag: , , , ,

TINGKAH PENJUAL YANG BIKIN PEMBELI ILLFEEL

Hubungan penjual dan pembeli itu bagai simbiosis mutualisme, saling menguntungkan apalagi kalau pembeli dengan pelayanan si penjual bisa jadi si pembeli itu balik lagi-balik lagi atau TOA gratis kepada calon pembeli lain tanpa memasang iklan.

Pasti rekan blogger pernah balik kanan grak atau tiba-tiba resleting tas tiba-tiba ngadat waktu mau ngambil dompet gegara meliat kelakuan si penjual. Aku sering memperhatikan kelakuan penjual atau penjaga toko yang membuat si pembeli angkat kaki dan tidak balik-balik lagi trus ngajak semua followernya di twitter untuk “Jangan” mampir di toko itu 🙂

1. Tipe gadget mania
Ini niat jualan apa ngga sih yang namanya penjual offline (bukan online) harus komunikasi dengan pembeli, lha ini bukannya ngobrol atau basabasi dengan pembeli malah asyik sendiri sama BB atau Ipadnya. Kalau mau dagang stop twitteran dan BBM-am, Mbak-Mas, pembelimu pengen denger suaramu.

2. Jutek
Wajah ngga perlu seganteng Zumi Zola dan secantik Fernita, Ngga perlu pake rok mini atau baju berpotongan dada rendah, cukup perkataan ramah dan senyum manis. Memang satu dari seratus pembeli itu ada yang menyebalkan, dan mungkin hanya cuma cuci mata, tanya-tanya doang lalu pergi, namun melihat keramahan anda mungkin suatu hari nanti dia akan kembali dan membeli.

3. Membeda-bedakan pembeli
Ada yang datang pake BMW langsung pasang muka manis, yang datang naik motor butut dicuekin. Yang datang rambut disasak berjambul katulistiwa menenteng Hermes langsung diajak ngobrol, yang datang pake sandal jepit jins sobek-sobek, dipandang sebelah mata juga tidak. Tiba-tiba yang pake sendal jepit itu ternyata ngeluarin duit dari tas kresek sambil bilang, “gue beli sama tokonya sekalian juga bisa kok!” Gimana?

4. Ngegosip
“Dasar pelit, harga segitu masih ditawar.”
“Suaminya jelek banget, ngga sebanding sama istrinya.”
“Liat norak banget blusnya beli di pasar jongkok kali.”
“Dia lagi….dia lagi…beli kagak.”
pernahkah terpikir kalau celutukan, gosip, nyinyir yang anda ungkapkan sebagai penjual terdengar sama si pembeli atau calon pembeli lain? Walaupun kenyinyiran anda itu ditujukan pada orang tertentu tapi bagaimana dengan pembeli lain tidak kah terpikir oleh anda pembeli lain berpikir jangan-jangan saya dinyinyirin juga selanjutnya.

5. Out of stocks
pernah ngga, kita sebagai pembeli ilfil dan ngga jadi beli gegara ngga ada ukuran yang sesuai atau warna yang diinginkan? kalo cuma satu dua sih ngga papa kalo semua barang ngga ada yang ready stock mending cari di toko yang lain.

6. Tidak punya kembalian
Sebagai penjual sudah seharusnya sebelum membuka toko mempersiapkan uang kembalian. Jangan sampai uang kembalian diganti permen atau bilang ngga ada uang kembalian. Berapapun uang penjual harus dicari kembaliannya entah tukar uang ke tukang parkir terserah yang penting harus ada kembalian masak orang beli di tolak gara-gara ngga ada kembalian?

7. Terlalu Agresif
Baru didepan pintu sudah disambut gegap gempita, diatawarin ini itu, dijelaskan panjang lebar buntutnya dipaksa beli. Wuaaaah atuuuuut….pembeli itu kayak calon suami atau istri, kalo dipaksa bisa-bisa kabur. Biarkanlah pembeli merasa nyaman dan memutuskan keinginannya sendiri.

7 kelakuan diatas yang bikin pembeli ilfil ini sangat subjektif dan hanya menurut sudut pandang sebagai pembeli doang, mungkin rekan blogger atau penjual sendiri yang ingin menambahkan, silahken.

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 24, 2012 in think tank

 

Tag: , , , ,

KOMUNITAS HIJABBER

Saya suka melihat adik-adik pelajar perempuan, mahasiswi, hingga ibu-ibu muda sekarang ini walaupun berhijab tapi kelihatan modis dan menawan. Rupanya sekarang berkembang komunitas hijabber. Dengan penampilan anggota komunitas yang modis dan menawan banyak gadis muda atau ibu-ibu yang dulunya tak berjilbab tertarik mengenakan jilbab karena di dalam komunitas ini tidak ada yang mengenakan jilbab yang monoton baju jubah, jilbab langsung pakai panjang dan lebar dengan warna-warna gelap. Baju yang dikenakan walaupun menutup aurat tapi penuh warna, berbunga-bunga cantik, belum lagi model hijabnya beraneka bentuk dengan beragam aksesoris, siapa pun suka melihatnya bahkan bagi wanita yang tidak mengenakan jilbabpun.

Beberapa kegiatan komunitas ini juga banyak yang positif seperti pengajian, kunjungan ke panti asuhan dan panti jompo, kegiatan sosial, pasar murah, diskusi kajian ke islaman, seminar pendidikan dan kampanye anti narkoba.

Namun disamping sisi positif maraknya komunitas hijabber ini ada juga sisi lain yang menggelitik hati saya. Entah latah atau hanya sekedar topeng, banyak bermunculan komunitas hijabber yang kegiatannya hanya hura-hura, arisan, travelling keluar negeri, shopping bareng sana-sini menghabiskan uang berjuta-juta buat beli baju, pasmina, tas, aksesoris yang harganya selangit. Kelompok ini bersifat eksklusif walaupun mereka bilang mereka menerima anggota dari kalangan apa saja, namun dari melihat penampilan mereka yang glamour dan wah, tentunya orang kebanyakan tau diri dan keder bergabung dengan komunitas ini. Lucunya lagi bahkan ada anggotanya yang setiap datang ke komunitas pakaiannya sangat muslimah, suatu waktu pergi ke mal dandanan mereka serba terbuka ala artis hollywood. Saya jadi bertanya-tanya bukankah Komunitas Hijabber itu tujuannya untuk meningkatkan iman dan taqwa anggotanya pada Allah swt? Bukan hanya untuk memoles penampilan luar, eksklusif, dan pamer kekayaan belaka.Tujuan anggota hijabber yang bergabung dalam komunitas abal-abal ini jadi bias. Toh untuk menjadi modis dan cantik namun berhijab tak perlu kumpul-kumpul dihotel berbintang lima atau restauran classy, tinggal buka internet banyak tutorial cara mengenakan jilbab atau hijabber blog banyak sekali contoh-contoh berpakaian tertutup tapi tetap modis dan chic. Tak perlu beli baju setiap minggu, cukup padu padan baju yang sudah ada. Kalau ada rejeki bolehlah sekali-sekali beli baju, tapi tak perlu menghabiskan uang sembako kan? Bukankah berhijab untuk mendapat ridho Allah swt?

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 29, 2012 in think tank

 

Tag: ,

The List

Lagi suka

1. Christian Bale (actor)

Orang-orang pada tahu kan aku penggemar Robert Pattinson, tapi sebenarnya aktor yang benar-benar aktor itu menurutku.Christian Bale, dia ini paket komplit seorang aktor,tampang ganteng, filmnya bagus, perannya selalu berbeda, penghayatannya terhadap sebuah peran luar biasa. Bayangin dia bisa meranin laki-laki plamboyan, superhero, orang stress, sampe manusia belalang. Dan anehnya kadang dia nongol disebuah film jauuuuuuh dari tongkrongan aslinya yang ganteng, tapi aku betah nungguin filmnya sampe berakhir.

2. Bruno Mars

Aku makhluk pra millenium, alias jadul abiiiz zaman-zaman Jordan Knight masih exist, tapi ada satu penyanyi anyar yang suara dan lagunya nyantol dikupingku. Dek Bruno Mars. ketinggalan yah aku? Aku kan penggemar suara-suara berat romantis James Ingram, Luther Vandross, Nat King Cole, kenape bisa kepincut suara cempreng-cempreng manja dek Bruno ini yak! Tapi aslik! Dek Bruno ini mengingatkan aku zaman-zamannya Babyface lagi membuay-buay telingaku dulu dalam soal gombal menggombal. Dan lagu Just The Way You Are, Dek Bruno ini nyess banget deh, bikin remaja lampau zaman galau jadi senyum-senyum kegeeran…hi…hi…

3. Anji

Aku rasa dia salah satu solo vocalist terbaik di Indonesia. Terlepas dari gosip-gosip yang berputar-putar tentang dirinya, anak muda yang satu ini sangat berbakat dan punya range vocal yang unik dan luar biasa. Denger suaranya saja kita udah tau kalau yang nyanyi dia. Lupakan dulu deh boysband yang pada lipsinc, Anji mau live mau rekaman suaranya tetap mantap. Aku yakin suatu hari nanti dia akan jadi “sesuatu” di dunia musik Indonesia.

4. Iko Uwais

Aku langsung angkat alis kalau disuguhi daftar aktor sinetron Indonesia. Apa ngga ada yang lain, ini lagi…ini lagi. Ada ngga aktor yang belum pernah main sinetron, atau pernah tapi jarang, pada ngga tau kan Iko Uwais? Onde Mande tuesday! Dude Harlino, lewat!, Teuku Wisnu, lewat!,Baim Wong? Lewat! ustadz Solmet, Lewat! eh yang terakhir bukan aktor ya :)? Iko Uwais, kasih polisi tidur! Portal! Tahan di pos pertama…he…he…

5……….?

Sule,Tukul,Wendy, boleh lucu, tapi yang paling lucu menurut aku itu Opie Kumis! Baru nyebut namanya saja aku sudah ngakak, apalagi kalau dia sudah mangap, ngakak sambil goyang gayung kaleee! Dia ini kayaknya dari orok sudah lucu, tampangnya aja sudah ngga matching banget deh sama profesinya, tampangnya kan sudah berumur dan agak-agak serius begitu tambah lagi kumis melintang, tapi kok lucuuuuuuu….Opipah…opipah…cucok deh diakyu…xixixi….

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada November 9, 2011 in think tank

 

Tag: , , , , , , , ,

KETIKA YOUTUBE TAYANG DI TV

Sekarang lagi ngetrend tayangan YouTube pindah ke TV judulnya macam-macam dikemas berbeda-beda tapi buntut-buntutnya sama saja, TV sudah malas bikin acara yang orisinil atau yang beginian ongkos produksinya lebih murah?

Beberapa diantaranya bagus dan menarik, bermanfaat dan banyak menambah pengetahuan sekaligus menghibur, contohnya tentang binatang-binatang terunik, rumah-rumah ramah lingkungan, pulau-pulau indah terpencil, dan lain sebagainya.

Tapi betapa terkejutnya saya menonton tayangan sore ini, ketika tayangan seperti ini menanyangkan Gengster paling TOP, dan rata-rata gengster ini pengedar narkoba dan main senjata api. Dimana mendidik dan bermanfaatnya tayangan ini? Alangkah baiknya jika menayangkan tentang Grand Master termuda atau anak-anak multitalenta daripada tentang Gengster yang sama sekali bukan contoh yang baik. Sangat disayangkan, apalagi tayangan ini ditonton oleh semua umur, termasuk anak-anak dan lumayan digemari.

Beberapa waktu yang lalu saya juga menonton tayangan sejenis, menampilkan Lomba kecantikan untuk ibu-ibu hamil, dan gambar yang ditampilkan bukan ibu-ibu berdaster melainkan “maaf” ibu-ibu berbikini seraya bersilewaran memamerkan perut masing-masing yang lagi melendung. Sadar ngga sih tayangan ini ditayangkan siang hari (ibu-ibu itu pasti dimarahin suaminya masing-masing) dan di Indonesia yang masih memegang teguh adat ketimuran, Miss Universe yg langsing mulus aja pake bikini diprotes sana-sini, apalagi yang ini bakal ditalak suami masing-masing kale. Kalau di Youtube tidak semua orang menonton tayangan ini kecuali memang niat nyari, tapi TV kan beda, semua bisa nonton, apa kata duniaaa.

Aku salut dengan acara TV Champion atau Ninja Warior, walaupun acara ini di import dari luar, tapi banyak manfaan, inspirasi, pendidikan yang kita dapat, contohnya TV Champion itu pernah menayangkan lomba masak yang pesertanya semua anak-anak, membuat perabotan dengan barang-barang murah, membuat kreasi dengan streofoam atau pasir. Di Ninja Warior saya sangat kagum dan terharu melihat pasangan orang tua dan anak saling bahu membahu dan bekerja sama untuk meliwati berbagai rintangan.

Untuk kedepannya saya menghimbau semoga TV-TV lebih selektif memilih tayangan yang dimpor dari youtube. Jangan hanya mengambil mentah-mentah dari sana lantas dipindahkan plek ke TV, semoga acara serupa yang ada di TV lebih mengedepankan pengetahuan dan pendidikan yang bermanfaat.

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada September 26, 2011 in think tank

 

Shock Culture

Pernahkah kalian bertemu orang yang baru-baru saja pulang dari luar negeri berubah aneh. Bahasanya ala cinca laura, bajunya kalo ngga kayak orang kedingingan bertumpuk-tumpuk, legging, rok, sweater, pasmina, kupluk, sarung tangan, lagi padahal matahari sedang berseri-serinya dilangit Indonesia, atau sebaliknya kayak cewek-cewek di pantai film baywatch itu, kekurangan bahan bolong sana-sini, kelihatan sana-sini. Kalo pas pacaran, pacarnya kaget dulu malu-malu kucing sekarang…..auuuum macaaan, berani pamer ciuman pelukan di mal. Kalo ngomong selalu dimulai waktu aku di……begini-begini…..waktu aku di…..begono-begono. Melihat ada yang tidak beres…langsung protes, ngeluh sana-sini, bandingkan saja sama negara….aduh! Indonesia ini terbelakang banget! Orangnya males, ngga jujur, ngga ot time, wc umumnya jorok, jalanannya macet, pasarnya saat hujan becek, ngga ada ojek….pokkoknya berasa “ngga banget,deh!” bagi dia kembali ke Indonesia berasa kembali ke zaman flinstone aja.

Ketemu orang yang kayak begini agak risih, lucu, aneh, dan menggelikan menurutku. Tapi aku seperti “dikeplak” ama tanganku sendiri jangan-jangan aku begitu juga waktu baru balik dari luar negeri dulu. Aku ingat setahun aku masih merasa orang-orang tuh pada aneh sama aku, aku merasa ngga ada yang mengerti aku. Mungkin ini namanya “culture shock” ya,

awal-awalnya ya seperti orang yang punya pacar baru lagi, semuanya indah, semuanya baik, semuanya luar biasa, pacar lama…beuh…ngga ada bagus-bagusnya. Trus gaya, penampilan, perkataan disesuaikan seperti yang baru. setiap ngobrol selalu bilang pacarku begini, kata pacarku, menurut aku pacarku yang ini nih…padahal orang yang denger dan liat mau muntah!

Makin kesini, aku baru sadar, aku pernah mengalami “euphoria” seperti itu juga. Merasa “lebih” dari orang lain, padahal orang yang lahir diluar negeri terus berkali-kali keluar negeri “ngga gitu-gitu amat”. Memandang sebelah mata negeri sendiri, dan mencopy paste plek gaya berpakaian dan budaya orang sono. Sangat dangkal dan hanya memperhatikan kulit luar saja, mungkin karena pengaruh “U”, usia yang masih muda dulu dan jiwa yang masih labil. Untung saja euphoria ini tidak berlarut-larut dan menjerumuskan aku ke hal-hal yang negatif.

Berdasar pada kesadaran itu, aku ingin membalikkan “culture shock” yang identik dengan prilaku negatif menjadi lebih postif, bukan hanya peniruan secara “hajar bleh” gaya berpakaian dan bahasa saja tapi mengimplementasikan filosofi mengambil yang baik dan meninggalkan yang buruk dari apa yang kita tangkap dan alami di negeri orang. Membuat kita menjadi lebih percaya diri bukan sombong,  lebih terbuka bukan pakaian tapi pemikiran, menghargai perbedaan bukan merendahkan, lebih mencintai bangsa sendiri bukan melupakan. terus belajar bukan hanya untuk kepuasaan diri sendiri namun agar lebih berguna bagi orang lain.

picture courtesy of weheartit

 
12 Komentar

Ditulis oleh pada April 23, 2011 in think tank

 

CINTA BULAT-BULAT

Ada masanya saat aku lagi diterjang asmara. Aku merasa waktu berhenti saja dititik ini. Toh aku merasa sangat bahagia. Hari-hari terasa begitu manis dengan si dia disampingku. Jatuh cinta efeknya luar biasa memang. Kayaknya kita berada diawang-awang, sedang dunia dan realitasnya nun jauh di bawah sana.

Namun yang namanya kesempatan tidak pernah memilih waktu. Padahal kalau bisa, kalau bisa sih kenapa tidak saat aku jomblo kemarin-kemarin kesempatan itu datang? Bimbang? Banget! Soalnya kesempatan ini jarang-jarang banget dan sudah kuidam-idamkan sejak aku kecil dulu. Namun memiliki kekasih, bukankah sesuatu yang kuidam-idamkan sejak dulu juga? (malu-malu tupai) Apalagi kekasihku yang satu ini  ya 11 12 getho kalo zaman sekarang dengan Edward Cullen.

Ini saat terberat waktu itu. Mau bilang ke dia maju mundur, bilang ngga? Akhirnya aku bilang juga .

“Yang aku lolos.”

“Lolos apa?”

“Lolos seleksi pertukaran pemuda ke luar negeri.”

“Luar Negeri?” mukanya langsung datar.

“Berapa lama”

“Sebulan.”

“Sebulan? Seharipun aku ngga sanggup ngga ketemu kamu.” Duh, mau pingsan kan denger jawabannya.

“Tapi aku pengen banget ikut program ini. Aku memimpikannya sejak kecil. Sebulan ngga lama kan?”

“Sebulan ngga lama?!”

“Kamu bisa aja lirik-lirik cowok sana.Aku tidak percaya long distance relationship.”

“Tapi ini kan cuma sebulan.”

“Terserah deh,pilih ke luar negeri atau aku!”

Deg! Jantungku serasa berhenti berdetak. Bagaimana mungkin aku harus memilih dia dan kesempatan itu. Aku merasa hidup terasa tidak adil. Padahal mungkin menurut pandangan orang lain alangkah tidak adilnya kalau gadis itu mendapatkan keduanya.Tapi bagaimana lagi, walau berat aku lebih memilih ikut program ke luar negeri. Si dia pergi menjauh dariku, karena dia merasa dia bukan pilihanku.

Sebelum hari keberangkatanku aku banyak menangis. Menangisi kekasihku yang pergi dan terus bertanya-tanya dalam doa apakah keputusanku ini benar. Kadang ingin rasanya aku menarik perkataanku kembali tentunya aku masih bersamanya. Namun nasi sudah menjadi bubur. Saat diklatpun aku masih sempat menilponnya untuk pamit, namun tanggapannya sangat dingin.Dengan terluka aku berangkat. Ternyata program yang kuikuti benar-benar luar biasa, memang tidak bisa disamakan dengan jatuh cinta, tapi aku merasa sangat beruntung mengikutinya. Melihat negeri lain, belajar budaya asing, menjalin pertemanan dengan banyak orang baru, memilki keluarga baru, dan tanpa kusangka-sangka menemukan cinta baru (ehem), sepulang dari program aku bertemu temanku, temanku bilang, “Tahu ngga mantanmukan udah punya pacar baru”.

“Wajarlah dia memiliki kekasih baru toh dia kan sudah sendiri lagi.”

“Tapi mereka sudah ngedate saat  dia masih jadi pacarmu!”

Tiba-tiba penyeselanku akan kehilangan dirinya menguap begitu saja. Andai aku memilih dia, aku tidak akan mendapatkan apa-apa selain kekecewaan dan kekecewaan. Ternya cinta sih cinta tapi jangan cinta bulat-bulat. Dari sini aku belajar, apabila cinta menghalangimu menjadi orang lebih baik atau menghambatmu meraih mimpimu, itu bukan cinta tapi pengekangan berlandaskan cinta yang egois. Saat muda  waktu kita masih banyak untuk meraih kesempatan dan mimpi termasuk kesempatan mendapatkan cinta baru *wing-wing*. Cinta yang memberi kita kesempatan untuk berkembang dan meraih mimpi. Mimpi kau dan aku. Mungkin mimpi bersama kelak.

photo dipinjam dari weheartit

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada April 15, 2011 in think tank, Uncategorized

 

Tag: , ,