RSS

Arsip Kategori: jadul

DEAR DIARY

,
Malam sudah bernajak naik. Ketika Ina muda bersiap diri keperaduan. Dia memulai menghidupkan radio mungilnya. Lagu First Love Nica Costa mengalun lembut melatar belakangi suara penyiar yang empuk terdengar,

Dear Diary,
Pernahkah kalian bertemu seseorang untuk pertama kali tapi kita merasa pernah berjumpa dengannya entah dimana? dan jatuh cinta? Itulah yang kurasakan hari ini. Saat aku bertemu dengan lelaki bejins hitam dengan atasan kemeja flanel kotak-kotak, saat memandang matanya aku merasa beribu kupu-kupu sedang berdansa diperutku.

Entah kekuatan apa yang memberikanku kekuatan dan keberanian untuk bicara dengannya basa-basi tentang jurusan angkot yang akan kutuju, keyakinanku semakin besar saat dia menjawab pertanyaan-pertanyaanku, hingga tak terasa aku dan dia berbicara sepanjang perjalanan hingga ditempat pemberhentianku, untung aku masih sempat bilang jurusan dan angkatanku. walaupun kami satu kampus kita beda jurusan. Kalau dia memang tertarik denganku dia akan mencariku.

Beberapa hari kemudian, teman-teman kuliahku gempar ada cowok ganteng nyari-nyari aku. Ya Alloh, dia cowok diangkot kemaren! Dengan gaya coolnya ia jalan mendekat, masih dengan baju kebangsaannya jins hitam dan kemeja flanel kotak-kotak. Dia tersenyum. Aku pingsan ditempat saja. Kita nongkrong di kantin kampus ngobrol ngalur ngidul sesuatu yang tidak penting hingga pertanyaannya nyaris membuatku tersedak, “Rumahmu dimana?”

Saat mama bilang ada yang mencariku di ruang tamu, aku deg-degan tak keruan. Kamu memang pandai membuatku deg-degan. Ruang tamu itu jadi saksi cinta kita bersemi. Kehadiranmu merubah duniaku. Penuh warna. Penuh Nuansa. Buat pemilik hatiku malam ini aku merindukanmu. Yang selalu menyayangimu.Peri biru.

P.S : putarin lagu Miss you like crazy Nathalie Cole ya…
Buat yang nyiar terima kasih banyak.
“Sebelum yang liwat yang satu ini, perkenankan saya memutar lagu ini.” Suara Nathalie Cole yang merdu terdengar. Pipiku bersemu-semu merah. Senang sekali suratku dibacakan penyiar radio yang membawakan acara “Dear Diary”. Acara dimana si penyiar membacakan surat-surat penggemar acara “Dear Diary” yang bercerita tentang kisah cinta mereka. Kedengarannya lebay dan norak, ditambah dengan musik mellow dan gaya membaca si penyiar yang mendayu-dayu. Namun ternyata penggemar acara ini lumayan banyak mendengar keluh kesah si penyiar yang menyesal tidak bisa membacakan semua kisah cinta yang sudah masuk karena terlalu banyak, kadang karena terlalu banyaknya dipilih cerita yang terbaik dan paling romantis saja.

Saat ceritaku dibacakan rasanya bagaimana gitu senangnya,padahal aku belum berani mencantumkan nama asliku saja hanya nama samaran saja. Harapannya si dia yang ada didalam cerita itu juga turut mendengar. Walau tidak semua cowok suka cerita beginian. Pernah ada temanku yang ceritanya didengar si pacar habis itu malah putus, karena cowoknya terlanjur malu, apalagi dicerita itu si cowok diceritakan kalau cowok itu tergila-gila sama ceweknya ๐Ÿ™‚

Cerita cinta dibacakan saja senengnya luar biasa, apalagi kalau “si dia” juga membalas dengan mengirimkan cerita cintanya di dear diary, apalagi dengan embel-embel khusus for my beloved peri biru, duh bakalan loncat-loncat sambil ngesot deh.

Buat yang lagi jomblo mendengarkan “Dear Diary” sebagai hiburan dan penyembuh luka, siapa tahu diantara surat cinta dibacakan ada surat dari cowok-cowok yang PDKT tapi malu bicara langsung, acara “Dear Diary” ini ampuh banget buat cowok-cewek yang mau nembak tapi masih malu-malu. Tapi bagi yang sudah jadian sebagai sosial media pamer perasaan dan kemesraan (maklum dulu ngga ada facebook ama twitter, hp aja belon ada :D)

Acara “Dear Diary” acara favoritku di radio sepanjang masa, dan selalu jadi kenangan indah masa mudaku dulu. Rasanya malam belum lengkap tanpa mendengar cerita-cerita cinta yang indah dan lagu-lagu cinta yang menghantarkanku ke alam mimpi.

Bagaimana rekan blogger, ditempat kalian dulu ada acara beginian juga di radio? by the way, sekarang acara beginian masih exist ngga ya di radio?

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 24, 2011 in jadul, Uncategorized

 

Tag: , , ,

Sup Jendral

Satu-satunya masakan yang bisa kumasak bentuknya seperti namanya cuma sup.
Biasanya telur ceplok seperti telur orak-arik.
Ikan bakar seperti habis dicakar kucing.
Bolu jadi brownis setengah mateng.
paling aneh perkedel jagung seperti batu bara saking hitamnya..he..he…
Sup makanan favorite ayahku. Kalau mama bikin sup, dari makan pagi, siang, malam, makannya sup aja plus nasi tentunya. Waktu ayah masih bekerja kalau dia makan siang ke luar bareng teman-temannya, pesenannya sup ajah! Setiap lebaranpun makanan istimewanya bukan ketupat tapi “sup ayam istimewa!” karena istimewa porsinya dan piringnya besar!
Waktu kami masih kecil, kadang kalo ayah lagi banyak duit kita diajak makan malam diwarung terbuka yg hanya ada malam hari saja. Kita makan sup ayam favorit ditengah dingin malam menggigit. Terasa hangat setelah suapan demi suapan sup panas membasahi kerongkongan kami apalagi ditingkahi tawa canda kami berempat. Aku ingat porsiku masih setengah piring kecil, piring kecil penuh hingga menyamai piring besar ayahku…licin tandas, betapa senangnya ayahku melap bibir dan pipiku yang berlepotan kuah.
Semakin besar aku ingin juga pandai memasak walaupun kebanyakannya malah membuat dapur jadi kacau balau plus soundtract bang benyamin S terkenal itu “kompor meleduk”! Walau begitu semangat “Farah Quinn” aku masih membara saja walaupun yang dimasak cuma sup ayam!
Motong-motong sayur, ngulek bumbu, bersauna ria, numis bumbu…bau-baunya sih sup beneran! Ayahku melongok ke dapur. Masak apaan? tanyanya dengan tampang heran, biasanya ni anak boro-boro ke dapur mendengar kata “dapur” aja bawaannya mau kabur aja.
“Masak sup!”
Demi melihat kentang, wortel, dan ayam dan kaldu bergolak dipanci ayah baru percaya anaknya benar-benar memasak, kirain aku mempraktekkan percobaan kimia atau fisikaku seperti yang sudah-sudah.
Sudah masak!
Ayah sudah siap di meja makan. Kutaruh dihadapannya sup bikinanku yang masih beruap hangat dengan baunya yang semeriwing. Ayahku mencicipi sesuap, “Enak!” katanya, .”Sup Jendral ini!” seru ayahku, seraya diam-diam menambahkan merica, garam,kecap dan perasan jeruk nipis.
Aku mencicipi supbagianku …ini bukan sup…masak air dicemplungin sayur alias hambaaaaaar….yaaaah….
Sejak saat itu ayahku menjuluki sup masakanku, “Sup Jendral!” walaupun dari segi rasa masih kopral, tapi jangan kuatir tinggal tambah garam, merica, kecap,dan jeruk nipis sesukanya….pasti naik pangkat! kedip sebelah mata, ting! (dengan catatan ngga janji loh!)

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 23, 2010 in jadul

 

Kotak Musik

Apa yang tersisa dari masa lalu?
Kenangan atau benda kesayangan?
Kutemukan dirimu dirumah mama digudang terlantar dan berdebu. Hampir saja diberikan pada pemulung dijual kiloan.
Masih bisa kudengar suaramu…walau tak sebening dan seindah dulu saat kau membuaiku dengan lagu-lagu cinta Peabo Bryson, Luther Vandross,Richard Marx, Natalie Cole, Chicago atau mengaduk-aduk perasaanku dengan lagu pengiris hati Air SupplyRoxxete hingga Rick price. Meninabobokanku dengan tiupan lembut Kenny G atau denting romantis Richard clayderman.Kau juga menularkan rock fever dimasa beliaku dari europe, Gun n Roses, Bon Jovi,Metallica hingga Nirvana. Kau juga saksi bisu kegilaanku pada New Kids on the Block!Hey, masing ingat lagu-lagu Dewa19 dimasa Ari Lasso jadi vocalist? Kla Project dengan gerimis dan tak bisa kelain hati? September ceria Vina Panduwinata atau Kisah kasih di sekolah Obbie Mesakh yang legendaris? bagaimana keren dan sexynya suara Reza Artamevia? Sederet lagu Om Chrisye..yang membiusku.
Kuingat…kau bertengger dimeja belajarku disebelah mesin tik kesayangan, sementara dikiri kananmu poster New Kids dan Johnny Depp. Kau yang tersisa dari kemudaanku. Jembatan kenangan masa lalu. Hanya kau, aku, dan kenangan.


Lamat-lamat terngiang ditelingaku Yesterday Once More Carpenter
When I was young
I’d listened to the radio
Waitin’ for my favorite songs
Waiting they played I’d sing along
It made me smile

Those were such happy times
And not so long ago
How I wondered where they’d gone
But they’re back again
Just like a long lost friend
All the songs I loved so well

(*) Every Sha-la-la-la
Every Wo-wo-wo
Still shines
Every shing-a-ling-a-ling
That they’re starting to sing’s
So fine

When they get to the part
Where he’s breakin’ her heart
It can really make me cry
Just like before
It’s yesterday once more

Lookin’ back on how it was
In years gone by
And the good times that I had
Makes today seem rather sad
So much has changed

It was songs of love that
I would sing to then
And I’d memorize each word
Those old melodies
Still sound so good to me
As they melt the years away

Repeat (*)

All my best memories
Come back clearly to me
Some can even make me cry
Just like before
It’s yesterday once more

Kau seperti sahabat lama yang kutemukan lagi. Kita sahabat selamanya. Walau kau berubah jadi pendiam…tapi betapa terkejutnya aku….saat kau mulai bernyanyi…walau dengan suara yang timbul tenggelam…kadang batuk dan sedikit serak…Two Better Than One, Boys like girls feat Taylor Swift.
I remember what you wore on the first day
You came into my life and I thought
“Hey, you know, this could be something”
โ€™Cause everything you do and words you say
You know that it all takes my breath away
And now Iโ€™m left with nothing
Kitapun berduet
So maybe itโ€™s true
That I canโ€™t live without you
And maybe two is better than one
Thereโ€™s so much time
To figure out the rest of my life
And youโ€™ve already got me coming undone
And Iโ€™m thinking two is better than one
Sambil melirik ipod merah mudaku ๐Ÿ˜‰
So, bagaimana dengan kalian? Masih punya benda kesayangan zaman baheula?

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 7, 2010 in jadul, Uncategorized

 

Tag: , , , ,

Aneh tapi Nyata

Dari kecil aku memang misterius. Saking misteriusnya hampir setiap hari orang tuaku nyari-nyari aku. Ngga jauh-jauh sih seputar rumah doang. Dan tempat yang paling sering mereka menemukan aku dibalik pintu dapur didekat rak sepatu dan sendal. Tebak….apa yang kulakukan disitu? Ngitungin sepatu? Bukan! Nyoba-nyoba sepatu cantik mama? Apalagi! Tet…salah! Terus apa dong….orang rumah menemukanku sedang mengorek-ngoreng bawah sendal sepatu (catet bukan sandal sepatu baru) yg ada tanah…pasir dan kemungkinan (maaf eek binatang…eewww) dan kumasukin ke mulut! Abis itu langsung deh mulutkku yg berpasir dicuci sama mama. Walau begitu kebiasaan ini tidak mempengaruhi kesehatan dan tubuhku. Makanya…jangan heran kalo suatu waktu adik kecilmu atau anakmu tiba-tiba menghilang…coba-coba tengokin dekat rak sepatu siapa tahu dia ada disitu….he..he…

Kebiasaan yang lainnya ngelindur alias tidur sambil jalan. Suatu malam aku ingin pipis….aku berjalan antara bangun dan tidur…kuliwati kedua orang tuaku yang sedang nonton TV..kubuka pintu WC…jongkok….lega deh! Tapi…loh kok orang rumah jadi pada gempar…..ada apa? Oh lala….ternyata aku tidak pipis di WC tapi di ruang tamu! lantas pintu yg kubuka tadi pintu apa?….Alih-alih pintu WC, ternyata oh ternyata pintu lemari!

Kamu gimana? Punya kebiasaan aneh waktu masih kecil?

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 7, 2010 in jadul

 

Tag: , ,