RSS

THE RIOT CLUB

29 Okt

Mendengar judul filmnya kebayang tentang kerusuhan deh, entah kerusuhan bola, etnis,agama,atau politis. Tapi ini tidak ada hubungannya dengan kerusuhan yang melibatkan banyak manusia, hanya sekelompok mahasiswa “elit” (Bapaknya orang kaya, terpandang, bangsawan yang kuliah di Oxford.

Aku tertarik menonton film ini karena mengambil tempat di Inggris, aku memang memiliki ketertarikan lebih pada Negara Pangeran William ini, apalagi melihat segerombolan cowok ganteng berbaju parlente sedang makan malam bersama di restaurant fine dining bercakap-cakap dengan Brit accent yang kental.

Tapi makin kesini-kesini segala keindahan itu terkelupas satu persatu dengan tingkah bobrok mereka,dari mabuk-mabukkan, mengisap heroin, menyewa PSK, melecehkan pacar salah satu anggota mereka, membuat tamu restauran yang lain pulang sebelum makanan utama disediakan, dan puncaknya mereka melakukan vandalisme pada ruang restaurant itu untuk kesenangan. Akhirnya pemilik restaurant itu tidak tahan juga,malang nasibnya ia malah dikeroyok hingga sekarat, untung salah seorang anggota Club ini yang masih punya nurani menelpon ambulance dan mengatakan ada yang terluka karena dipukuli

Anggota Club inipun geger, terancam dipenjara dan tentu saja dikeluarkan dari Oxford, merekapun mencari kambing hitam dengan imbalan mereka akan memberi ganti rugi dan segalanya pada sikambing hitam. Akhirnya film ditutup dengan si kambing hitam yang dikeluarkandari sekolah dan terancam dipenjara bertemu dengan ayahnya yang kaya raya, Ayahnya menyerahkan kartu nama seorang pengacara kondang, si anak bilang mungkin ini sebuah kesalahan, si ayah bilang “Kita tidak pernah salah.”

Film yang penuh ironi, membuat kita tertawa pedih, berbagai monolog yang diucapkan si pemimpin club sambil berdiri diatas meja dengan arogannya melemparkan sumpah serapah pada golongan kelas menengah ke bawah.

Ketika sang pemilik restauran protes, banyak pengunjung restaurannya pulang sebelum waktunya tanpa bayar karena merasa terganggu dengan keributan yang mereka buat, mereka bilang akan membayar semua makanan yang ditinggalkan tamu, tapi si pemilik restaurant bilang,”Ini bukan masalah uang, mereka pelanggan saya bertahun-tahun.”

Banyak dialog-dialog yang membuatku tertegun bahkan percakapan PSK dengan salah satu anggota tergantengpun begitu menarik, karena walaupun ia seorang PSK dia punya harga diri. Dan bagaimana marahnya seorang pacar saat teman-temannya melecehkan dirinya, sang pacar tidak bisa berbuat apa-apa rasanya pengen tempeleng cowok-cowok manja itu bolak-balik.

Sudahlah daripada baper nih kukasih bonus poster

movies-the-riot-club-poster

The Riot Club Film keluaran tahun 2014Tanggal rilis 19 September 2014 , Sutradaranya Lone Scherfig, Skenario Laura Wade, pemainnya Sam Claffin, Max Iron, Douglas Booth dan lain-lain.

 Cowok-cowok songong kurang kerjaan, mending ngumpulin dana buat korban asap atau jadi guru di desa terpencil gitu kan jelas! Kayaknya cocok nih hukuman bagi mereka madamin api di Kalimantan sama sumatera.

the-riot-club-lacklustre-bland-at-times-saved-only-by-its-talented-young-cast-2847351411076322466_wps_10_DOUGLAS_BOOTH_SAM_CLAFLINgambar courtesy of google

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 29, 2015 in movies of my life, Uncategorized

 

Tag: , , , , ,

One response to “THE RIOT CLUB

  1. Vicky Laurentina

    Oktober 31, 2015 at 8:40 am

    Lho, kok kedengarannya menarik?
    Aku mau download ah, kapan-kapan. Kalau bayiku sudah selesai nyusuinnya.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: