RSS

Frans dan Rahma

28 Jul

Puluhan tahun yang lalu, kita seumuran. Disebuah Komplek bernama KPN. Umurku baru 4 tahun saat bertemu Rahma. Teman pertamaku diluar keluarga. Aku ingat kita bermain boneka-bonekaan diatas ranjang itu di tahun 80-an, masih kudengar sandiwara radio yang terkenal itu sebagai backsound. Rahma yang lucu dan mudah tertawa. Aku suka berada ditengah keluarganya yang hangat. Sejak itu kami berdua tak terpisahkan sejak TK hingga SD, hampir tiap hari bahkan malam kita main bersama. Sebenarnya aku dan Rahma punya satu sahabat lagi Maya, Maya ikut tinggal di rumah Omnya yang Kepala Kantor, jadi rumahnya paling besar dan dia punya video disanalah aku pertama kali nonton video candy-candy yang legendaris itu. Halaman belakang rumah Maya sangat luas, kita bahkan membuat taman bermain kecil disitu ada ayunan, jungkat-jangkit, komidi putar mini, rumah hantu dari kardus, tapi segerombolan anak yang lebih besar memainkannya terlebih dahulu hingga taman bermain kami rusak:( Waktu SD kami bertiga sekolah naik sepeda tapi kadang sering diantar Om Maya naik mobil dinasnya, lumayan tidak kehujanan dan keringatan🙂..Oh ya Tante Maya itu orang Bandung dan pernah terpilih jadi putri kecantikan di Bandung, beliau punya salon mini di rumahnya. Kalau beliau lagi ngga ada kerjaan, kami teman-teman Maya jadi eksperimen beliau, dipotongin rambut, dikriting, didandanin….he…he… dulu sukaaa banget dengerin cerita di kaset timun man, Kleting kuning dan lain-lain, saking sukanya kita ngerekam sendiri cerita anak karangan sendiri, suaranya kita isi sendiri, Rahma the best dubber dia bisa meniru suara apa saja, nenek-nenek, tante-tante jahat, hingga cowok ganteng…ha…ha…Tapi kita harus berpisah Maya harus balik ke Bandung. Aku masih ingat tubuhnya yang berisi, mukanya yang bulat dan putih dengan pipi kemerahan, rambutnya yang panjang dan berponi dan kemanjaannya. Aku dan Rahma kebanyakan mengalah padanya…walau begitu kami menyayanginya, Tiap ingat Maya aku ingat kami merayakan ulang tahun kucingnya dan membuat dapur kacau balau karena ingin bikin kue ultah si kucing. Maya pindah ke NTT mengikuti Om dan tantenya dia sering berkirim surat dengan Aku dan Rahma hingga kami remaja. Cerita kamipun tak lagi cerita boneka BPan atau film kartun, tapi cowok-cowok yang kami naksir atau teman-teman di sekolah…hingga terpisah tak ada kabar beritanya lagi, alamatnyapun aku tak tahu entah dimana.Maya…I miss youuuuu….

Sepeninggal Maya aku masih bersahabat dengan Rahma kadang kami bertiga dengan adikku, Lita. Kami jarang musuhan, kalau musuhan biasanya karena salah paham. Walau saat musuhan kami merindukan untuk berteman, kadang kalau lagi musuhan walau wajah saling cemberut, aku liatin Rahma di kaca, Rahma senderan di pagar rumahku nunggu salah satu yang menyapa, biasanya sih tidak tahan juga akhirnya senyum-senyuman, ketawa-ketawa lagi. Kita itu soulmate sahabat sejati. Aku tidak menemukan sahabat seperti dia setelahnya dia unik, kreatif, kadang kita rebahan bareng menghayalkan hal yang sama, kita satu gelombang radio…Aku datang saat pernikahannya. Dia lantas pindah ke kota lain, kadang dia mengunjungi rumahku, terakhir dia datang ke rumahku dengan suami dan anaknya. Tidak ada yang berbeda, Rahma yang sama yang kukenal, tak pernah habis cerita dan canda kita. Dulu tiap aku merindukannya aku bertemu dengannya. Namun sekarang karena kesibukan kita kehilangan kontak, aku mencari namanya di facebook…tapi bukan Rahmaku…tapi Rahma-Rahma yang lain.

Frans tinggal tepat diseberang rumahku, bukan rumah komplek. Waktu itu keluarganya masih tinggal di rumah kakek dan neneknya yang sangat nyaman dan rimbun. Sebenarnya aku lebih dulu berteman dengan kakaknya, Tati seorang gadis cantik yang beranjak remaja, namun karena dia mulai tertarik dengan percintaan dan lelaki sementara aku masih suka main galasin, lempar bola, petak umpet aku jadi akrab sama adik laki-lakinya. Frans. Saking akrabnya dengan keluarga ini aku sering mandi sore bareng sama mereka cuma pake celdam dan kaos kutang…he..he…shampooan bareng, siram-siraman air ledeng, bila hujan turun kita berdiri diplang air rumahku serasa mandi pancuran baru berhenti kalau sudah dimarahi mama.Aku ingat setiap main “pengantin” aku selalu dipasangin dengan Frans. Memakai gaun putih berenda Frans memakai jas. Karena Frans setahun lebih muda dari aku dia tidak malu…dia senang-senang saja.Namanya juga anak-anak…acara pengantinya banyak makan-makannya…ha…ha..

Frans juga berteman dengan Rahma, aku ingat saat kita mulai beranjak remaja aku mulai tertarik dengan lelaki tetangga rumah sebelah, semua perasaanku kutuangkan didalam diariku. Aku tidak pernah bilang siapa cowok kesukaan itu karena malu pada Rahma dan Frans. Tapi itu anak dua penasaran dan kepooooooo banget, akhirnya mereka berdua berhasil merebut diariku dan dibacakan dengan nyaring….aku yang malu rebut-=rebutan sambil diledekin kubuang aja itu diari ke jendela…dua anak itu makin pesaran aja, lari ke dapur balapan ngambil itu diari karena tanah di sebelah rumahku itu rawa mereka pada rebutan akhirnya mereka kepleset dua-duanya…kecemplung lumpur…aku ketawa tergelak-gelak…rasaiiiiin!

Frans akhirnya pindah rumah juga, lama aku tidak mengenal kabarnya. Hingga akhirnya kami bertemu lagi di facebook, dia sudah jadi Bapak-Bapak dengan hobby keren, offroader, fotografer, dan diver. Bagiku dia itu sahabat laki-laki pertamaku. Pure sahabat.

Frans dan Rahma bersama kalian aku mengenal arti sahabat yang sebnarnya dan bersama kalian aku memiliki masa kecil yang sangat indah. Terima kasih atas hari-hari menyenangkan dimasa kecil kita. Kalian selalu ada dihatiku.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 28, 2013 in my life

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: