RSS

Arsip Bulanan: Februari 2012

TINGKAH PENJUAL YANG BIKIN PEMBELI ILLFEEL

Hubungan penjual dan pembeli itu bagai simbiosis mutualisme, saling menguntungkan apalagi kalau pembeli dengan pelayanan si penjual bisa jadi si pembeli itu balik lagi-balik lagi atau TOA gratis kepada calon pembeli lain tanpa memasang iklan.

Pasti rekan blogger pernah balik kanan grak atau tiba-tiba resleting tas tiba-tiba ngadat waktu mau ngambil dompet gegara meliat kelakuan si penjual. Aku sering memperhatikan kelakuan penjual atau penjaga toko yang membuat si pembeli angkat kaki dan tidak balik-balik lagi trus ngajak semua followernya di twitter untuk “Jangan” mampir di toko itu 🙂

1. Tipe gadget mania
Ini niat jualan apa ngga sih yang namanya penjual offline (bukan online) harus komunikasi dengan pembeli, lha ini bukannya ngobrol atau basabasi dengan pembeli malah asyik sendiri sama BB atau Ipadnya. Kalau mau dagang stop twitteran dan BBM-am, Mbak-Mas, pembelimu pengen denger suaramu.

2. Jutek
Wajah ngga perlu seganteng Zumi Zola dan secantik Fernita, Ngga perlu pake rok mini atau baju berpotongan dada rendah, cukup perkataan ramah dan senyum manis. Memang satu dari seratus pembeli itu ada yang menyebalkan, dan mungkin hanya cuma cuci mata, tanya-tanya doang lalu pergi, namun melihat keramahan anda mungkin suatu hari nanti dia akan kembali dan membeli.

3. Membeda-bedakan pembeli
Ada yang datang pake BMW langsung pasang muka manis, yang datang naik motor butut dicuekin. Yang datang rambut disasak berjambul katulistiwa menenteng Hermes langsung diajak ngobrol, yang datang pake sandal jepit jins sobek-sobek, dipandang sebelah mata juga tidak. Tiba-tiba yang pake sendal jepit itu ternyata ngeluarin duit dari tas kresek sambil bilang, “gue beli sama tokonya sekalian juga bisa kok!” Gimana?

4. Ngegosip
“Dasar pelit, harga segitu masih ditawar.”
“Suaminya jelek banget, ngga sebanding sama istrinya.”
“Liat norak banget blusnya beli di pasar jongkok kali.”
“Dia lagi….dia lagi…beli kagak.”
pernahkah terpikir kalau celutukan, gosip, nyinyir yang anda ungkapkan sebagai penjual terdengar sama si pembeli atau calon pembeli lain? Walaupun kenyinyiran anda itu ditujukan pada orang tertentu tapi bagaimana dengan pembeli lain tidak kah terpikir oleh anda pembeli lain berpikir jangan-jangan saya dinyinyirin juga selanjutnya.

5. Out of stocks
pernah ngga, kita sebagai pembeli ilfil dan ngga jadi beli gegara ngga ada ukuran yang sesuai atau warna yang diinginkan? kalo cuma satu dua sih ngga papa kalo semua barang ngga ada yang ready stock mending cari di toko yang lain.

6. Tidak punya kembalian
Sebagai penjual sudah seharusnya sebelum membuka toko mempersiapkan uang kembalian. Jangan sampai uang kembalian diganti permen atau bilang ngga ada uang kembalian. Berapapun uang penjual harus dicari kembaliannya entah tukar uang ke tukang parkir terserah yang penting harus ada kembalian masak orang beli di tolak gara-gara ngga ada kembalian?

7. Terlalu Agresif
Baru didepan pintu sudah disambut gegap gempita, diatawarin ini itu, dijelaskan panjang lebar buntutnya dipaksa beli. Wuaaaah atuuuuut….pembeli itu kayak calon suami atau istri, kalo dipaksa bisa-bisa kabur. Biarkanlah pembeli merasa nyaman dan memutuskan keinginannya sendiri.

7 kelakuan diatas yang bikin pembeli ilfil ini sangat subjektif dan hanya menurut sudut pandang sebagai pembeli doang, mungkin rekan blogger atau penjual sendiri yang ingin menambahkan, silahken.

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 24, 2012 inci think tank

 

Tag: , , , ,

KOLEKSI MAJALAH

Aku suka koleksi majalah, entahlah kalau tidak hilang, dikiloin, sampai dikasihkan orang bisa-bisa rumahku penuh dengan majalah. Soalnya aku sudah mengoleksi Majalah sejak SD. Jamannya Bobo dan Ananda masih beredar, Bundel Majalah Ananda yang masih tersisa ada 2.

Koleksi Majalahku kebanyakan majalah remaja dan majalah Wanita. Hampir semua majalah Remaja dan Wanita aku punya. Ada yang berlangganan, ada pula yang belieceran. Waktu SMP aku pindah rumah. Saat rumahku masih dibangun kami sekeluarga numpang di rumah nenek. Betapa terkejutnya aku 2 kardus majalahku diobrak-abrik dan rusak banyak gambarnya rusak. Ohlala ternyata itu kerjaan tangan iseng Omku yang umurnya tidak beda jauh denganku, gambar-gambar dari majalahku terutama gadis-gadis cantik dipotong-potong dijadikan mosaik didinding kamarnya di loteng. Aku marah dan nangis tapi bisa apa toh gambar-gambar itu tidak bisa dikembalikan ketempatnya lagi 😦

Kesukaanku pada majalahpun berlanjut hingga sekarang. Setiap kali ada Majalah yang baru launching aku beli apalagi yang masih harga promosi, soalnya murah 🙂 aku punya Majalah Chic yang masih harga promosi, edisi pertamanyapun aku punya. Hingga sekarang aku masih baca Chic yang paling suka dari majalh Chic mereview blog-blog keren, banyak blog teman-teman blogger yang sudah di review Majalah ini diantaranya pula Ulan Octavia, Mediana, dan tentu saja baru-baru ini Eka si empunya blog CeritaEka.
Oneday siapa tahu blogku ini juga direview Majalah ngarep.com.

Gambar pertama itu beberapa Majalah koleksiku bahkan Majalah Kartika dan Annida dan Say sudah tidak beredar lagi, Majalah Gadis itu masih baru 2011, gambarnya saja Greyson Chance, itu gegara aku ngefans sama penyanyi Amrik yang digadang-gadang jadi the next Justine Beiber.

Digambar kedua itu Chic diawal-awal terbit masih harga promosi cuma Rp.7500, modelnya Chantal Delaconcheta dan yang pake kerudung biru itu Luna Maya!

Walaupun aku bisa dibilang bukan remaja lagi aku masih suka beli Majalah remaja. Karena pekerjaanku banyak berhubungan dengan ABG aku harus tahu apa yang lagi ngetrend sekarang ini diantara mereka. Walaupun bisa saja aku cari diinternet, mataku tidak tahan berlama-lama dilayar compy, lagian kalo sudah online maunya ngeblog atau Bewe aja :), selain itu, ada hubungannya dengan hobbyku menulis fiksi. Karena kebanyakan cerpen yang kutulis cerpen remaja dimana lagi menemukan cerpen remaja kalau bukan di Majalah remaja! Karena cerita remaja, banyak yang menebak penulisnya masih remaja juga :P.

Aku tidak tahu sampai kapan hobby ini berlanjut. Kadang bingungnya juga naruhnya dimana, sebagian yang sudah tua dikiloin atau dikasihkan ke perpustakaan, cuma beberapa saja majalah lama yang kusimpan karena suka banget isinya atau ada aku didalamnya 🙂

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 10, 2012 inci my life, Uncategorized

 

I LOVE MONDAY

Beberapa Jam setelah ini mungkin waktu yang paling menyebalkan karena kita akan berjumpa hari senin. Sampai-sampai ada istilah I hate Monday.

Senin seolah-olah monster yang siap melahap keceriaan dan senyuman diwajah para pekerja, yang harus bersiap dengan kehebohan pagi, keruwetan jalanan yang macet, deadline, jadwal, meeting dan tentu saja si Boss yang sudah menunggu. Belum lagi cuaca yang kurang bersahabat akhir-akhir ini, perpect! Monday, please be nice to me!

Saya juga begitu, wajah serasa ditekuk dan hari terasa panjang dan berat dihari senin. Tapi biar begitu toh hari senin tetap datang bukan? Saya mulai berdamai dengan hari senin. Dan menyiapkan fisik dan mental dihari senin biar bisa berbesar hati bila menemukan “kejutan-kejutan” yang tidak menyenangkan. Sayapun berpikir kenapa juga tidak menciptakan kejutan-kejutan yang menyenangkan dihari senin?

Jangan heran sepulang kerja di hari senin kalian akan menemukan saya makan enak di rumah makan favorit saya, atau happy shopping di mal, nyalon, nonton film, atau hanya sekedar ngopi-ngopi cantik, bisa dengan pasangan, rekan kerja, seorang diripun kadang saya jabanin, Dan hari seninpun tidak terasa menyebalkan lagi, saya tahu diujung hari akan menyenangkan. Stt….dihari senin mal sepi tidak ada antri didepan kasir atau cari tempat parkir, salon sepi, dan nonton film di studio 21 cuma Rp.25.OOO! 🙂

Ketika orang lain ramai-ramai menyerbu mal, ke salon, atau ke bioskop disaat weekend, saya saya leyeh-leyeh dirumah bersama keluarga atau jalan-jalan keluar kota dan bersiap untuk hari senin berikutnya. I love monday, I can’t wait to see you, Monday 😉

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 5, 2012 inci my life

 

Tag: , ,