RSS

UNTUK MAMA

26 Apr

apa yang kuberikan untuk mama untuk mama ku sayang semua kuberikan untuk mama untuk mama kucintaaa…

Masih ingat lagu anak-anak yang sering dinyanyikan anak-anak dikontes nyanyi anak-anak.

Aku suka banget denger lagu ini, hatiku terasa diremas-remas dan mataku terasa panas apalagi anak-anak yang menyanyikannya dengan penuh penghayatan.

Apa sih yang tidak diberikan mama untukku. Sedari kecil hingga dewasa mama merawatku, mengajariku hidup, bekerja keras agar aku bisa seperti anak-anak lain, bahagia, bisa sekolah setinggi-tingginya, membantu dan mendorongku mewujudkan mimpi-mimpiku. Namun setelah dewasa dan bekerja aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri. Sibuk memanjakan diriku sendiri, ke salon, beli make up, perawatan rambut, muka, hingga ujung kaki. Berburu tas-tas trendi, sepatu-sepatu cantik, berlibur kesana-sini, makan dan happy-happy bergaul dengan teman-teman di cafe. Pulang-pulang mama menyambut kita dengan senyuman, tapi kita terlalu capek untuk sekedar ngobrol dengannya.

Namun omongan temanku menginngatkanku, “Kita bangga bisa beli misal tas hermes sepatu Christian Louboutin, tapi apa sih yang yang sudah kita berikan untuk orang tua kita?”

Apa ya?
Mama selalu bilang <"Mama senang melihatmu senang."
"Ngga usah menaikkan mama haji, mama sudah haji. kamu saja kalaupunya uang ditabung buat umrah atau haji."
"Make up? Mama sudah tua, ayahmu sudah ngga ada, mau dandan buat siapa?"
"Selop yang kamu belikan setahun lalu masih bagus, mama ngga bisa selop yang pake hak kaki mama sakit."
"Lebaran ngga perlu belikan mama baju baru, gamis yang kamu pake dua hari yang lalu buat mama saja.'
"Tapi itu jelek Mah, udah lama lagi."
"Tapi mama suka."
Saat kukasih uang mama malah masak masakan kesukaan anaknya. Atau tiba-tiba datang bawa karpet cantik, "nih buat lantai kamarmu, biar ngga kedinginan."

Jadi bingung, "Pengen sih beliin mama rumah atau mobil gitu, tapi mama tahu aku belum mampu masak harus korupsi atau nipu dulu?"

"Tapi waktu mampukan?"tukas temanku cepat, "kebangetan kalo ngga!"
Aku bergegas ke rumah mama. Duduk berdua diberanda dengannya, berbagi cerita dan nostalgia. bertukar canda, tawa, dan juga tangis. Kulihat binar dimatanya melihat kehadiranku."Ma, aku sayang mama." bisikku ditelinganya. Tangan lembutnya merengkuhku dalam pelukannya.

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada April 26, 2011 in note of the day, Uncategorized

 

15 responses to “UNTUK MAMA

  1. ais ariani

    April 26, 2011 at 2:03 pm

    inget terakhir ketemu sama mamah weekend kemaren, sedikit BT karena bolak-balik disuruh-suruh ini-itu😦
    padahal ..
    *mata memanas*
    :((
    hiks

     
  2. arman

    April 26, 2011 at 4:52 pm

    betul banget tuh…. orang tua itu bukan butuh uang/hadiah, tapi butuh waktu kita…

     
  3. bayu

    April 26, 2011 at 9:17 pm

    uww jadi kangen mama. mama aku ingin pulang.

     
  4. bundamahes

    April 27, 2011 at 12:16 am

    huhuhu…

    ceritanya bikin nangis nih!πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯

     
  5. bundadontworry

    April 27, 2011 at 10:45 am

    hiks……… bunda ikut terharu biru membaca tulisan ini
    Sepertinya semua Mama kita , sama ya Ina……….
    Cukup melihat kita bahagia, telah membuat Beliau lebih bahagia lagi
    jadi, kangen dengan ibuku ………..
    i love so much mom……….
    salam

     
  6. Kakaakin

    April 28, 2011 at 1:34 am

    Duuh… betapa diriku tak memberikan waktu buat ibu…
    Huhuhu…. Mamaaak… I miss u…

     
  7. Nova

    April 28, 2011 at 7:44 am

    suka banget sama lirik lagu diatas:)
    jadi ingat pas kecil dulu

     
  8. joe

    April 28, 2011 at 8:32 am

    mama adalah guardian andel yang dikirim tuhan untuk kita

     
  9. isti

    April 29, 2011 at 3:56 am

    Ibu itu memang pelita hati ya…peneduh hati..semoga mamanya sehat selalu ya.

     
  10. guru rusydi

    April 30, 2011 at 9:24 am

    yang jelas saya sayang mama. mama adalah rakyat terdekat dengan saya

     
  11. Faye

    April 30, 2011 at 7:07 pm

    jadi kangen dan pengen pulang, Mbak, padahal barusan magrib ditelepon T_T

     
  12. Itik Bali

    Mei 1, 2011 at 3:59 am

    Mama emang selalu gitu ya mbak.
    Ngga pengin apa2…Kalo mamiku sih bukan nggak pengin apa2…tapi sok nggak pengin apa2 gitu..
    sok tegar..dan sok pede (makanya niru anaknya)
    he…he..

     
  13. antartika

    Mei 1, 2011 at 4:02 am

    :,)

     
  14. nh18

    Mei 1, 2011 at 5:26 am

    Terngiang …
    “Hanya iiiiinnniiii … ”
    “Hanya sebuah … lagu sederhana …

    Ini yang nyanyi siapa ya ? saya lupa …
    Damai kah ?

    salam saya

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: