RSS

Shock Culture

23 Apr

Pernahkah kalian bertemu orang yang baru-baru saja pulang dari luar negeri berubah aneh. Bahasanya ala cinca laura, bajunya kalo ngga kayak orang kedingingan bertumpuk-tumpuk, legging, rok, sweater, pasmina, kupluk, sarung tangan, lagi padahal matahari sedang berseri-serinya dilangit Indonesia, atau sebaliknya kayak cewek-cewek di pantai film baywatch itu, kekurangan bahan bolong sana-sini, kelihatan sana-sini. Kalo pas pacaran, pacarnya kaget dulu malu-malu kucing sekarang…..auuuum macaaan, berani pamer ciuman pelukan di mal. Kalo ngomong selalu dimulai waktu aku di……begini-begini…..waktu aku di…..begono-begono. Melihat ada yang tidak beres…langsung protes, ngeluh sana-sini, bandingkan saja sama negara….aduh! Indonesia ini terbelakang banget! Orangnya males, ngga jujur, ngga ot time, wc umumnya jorok, jalanannya macet, pasarnya saat hujan becek, ngga ada ojek….pokkoknya berasa “ngga banget,deh!” bagi dia kembali ke Indonesia berasa kembali ke zaman flinstone aja.

Ketemu orang yang kayak begini agak risih, lucu, aneh, dan menggelikan menurutku. Tapi aku seperti “dikeplak” ama tanganku sendiri jangan-jangan aku begitu juga waktu baru balik dari luar negeri dulu. Aku ingat setahun aku masih merasa orang-orang tuh pada aneh sama aku, aku merasa ngga ada yang mengerti aku. Mungkin ini namanya “culture shock” ya,

awal-awalnya ya seperti orang yang punya pacar baru lagi, semuanya indah, semuanya baik, semuanya luar biasa, pacar lama…beuh…ngga ada bagus-bagusnya. Trus gaya, penampilan, perkataan disesuaikan seperti yang baru. setiap ngobrol selalu bilang pacarku begini, kata pacarku, menurut aku pacarku yang ini nih…padahal orang yang denger dan liat mau muntah!

Makin kesini, aku baru sadar, aku pernah mengalami “euphoria” seperti itu juga. Merasa “lebih” dari orang lain, padahal orang yang lahir diluar negeri terus berkali-kali keluar negeri “ngga gitu-gitu amat”. Memandang sebelah mata negeri sendiri, dan mencopy paste plek gaya berpakaian dan budaya orang sono. Sangat dangkal dan hanya memperhatikan kulit luar saja, mungkin karena pengaruh “U”, usia yang masih muda dulu dan jiwa yang masih labil. Untung saja euphoria ini tidak berlarut-larut dan menjerumuskan aku ke hal-hal yang negatif.

Berdasar pada kesadaran itu, aku ingin membalikkan “culture shock” yang identik dengan prilaku negatif menjadi lebih postif, bukan hanya peniruan secara “hajar bleh” gaya berpakaian dan bahasa saja tapi mengimplementasikan filosofi mengambil yang baik dan meninggalkan yang buruk dari apa yang kita tangkap dan alami di negeri orang. Membuat kita menjadi lebih percaya diri bukan sombong,  lebih terbuka bukan pakaian tapi pemikiran, menghargai perbedaan bukan merendahkan, lebih mencintai bangsa sendiri bukan melupakan. terus belajar bukan hanya untuk kepuasaan diri sendiri namun agar lebih berguna bagi orang lain.

picture courtesy of weheartit

 
12 Komentar

Ditulis oleh pada April 23, 2011 in think tank

 

12 responses to “Shock Culture

  1. orange float

    April 23, 2011 at 11:25 am

    setuju sekali sama paragraf terakhirnya. oke🙂

     
  2. arman

    April 23, 2011 at 10:47 pm

    betul banget tuh… harus diambil ayng baiknya, jangan yang buruknya. lebih open minded, percaya diri, dan bukan sombong. setuju banget…
    kalo yang jadi sok karena dari luar negeri itu sih artinya norak… hahaha

     
  3. edratna

    April 24, 2011 at 1:33 am

    Hehehe…pulang dari LN kan belum tentu lebih hebat…masih banyak orang yang lebih hebat, namun tetap sederhana, bahkan tak pernah cerita dia punya pengalaman kemana-mana.
    Syukurlah jika akhirnya menyadari, sebaik-baik nya kita memang lebih baik sederhana, dan lebih memberikan tambahan kebaikan buat orang lain.

     
  4. Bayu

    April 24, 2011 at 10:33 am

    wahhhh untung gw dari dulu ampe sekarnag masi katrok dan ngak ikut ikutan. hmmm mudah mudahan ngak berubah lah. tapi ya jangan katrok katrok banget

     
  5. Prima

    April 25, 2011 at 4:19 am

    hehhehehe,,,, itu mah “cetek” banget, wkakakakka… selalu ada masa2 adaptasi itu, cuma kalo sampe shock, kayanya gak lha, lha indo itu kan negara tempat kelahiran kita, yang ada malah ngerasa lebih enak, apalagi makanannya, wkakaaakak…

    kalo aku sih daripada sakit ati liat yg negative2, mendingan inget2 aja positifnya negeri ini… imho🙂

     
  6. bundadontworry

    April 25, 2011 at 4:32 am

    setuju sangat utk paragraph yg terakhir, utk lebih terbuka dlm pikiran, lebih positif dlm tindakan dan terlebih lagi, lebih cinta pd negeri sendiri……………

    karena apa yg terbiasa kita dapatkan di negeri sendiri, ternyata gak ada di luar negeri, seperti sinar mentari yang selalu ada setiap hari dan makanan yang sesuai selera kita
    salam

     
  7. layungwengi

    April 25, 2011 at 4:57 am

    kereeeeen…

    paragraf terakhirnya kena banget.

    maaf ya, bang, aku juga paling sebel sama orang asli indonesia yang menyepelekan negaranya sendiri.

    nggak pengen jauh-jauh, contohnya udah ada di depan mataku. si karno temenku merantau ke jakarta. dua tahun dia baru pulang kampung gayanya udah sok-sokan. cakapnya gue-elu kayak di sinetron. lupa dia sama bahasa ibunya. dia juga ga mau gaul sama kita-kita yang kelas teri. dasar si karno. padahal dulu dia itu kerdil banget.

     
  8. bundamahes

    April 25, 2011 at 10:09 am

    blom pernah ke luar negeri😳😳😳

     
  9. giewahyudi

    April 26, 2011 at 6:36 am

    Aku malah memimpikan mereka yang baru balik dari Indonesia tiba-tiba ke luar negeri dengan memakai batik, misalnya..

     
  10. Ditter

    April 26, 2011 at 1:21 pm

    Waah, jangankan abis dari luar negeri, abis dari Ibu Kota pun juga bisa bikin seseorang “lupa diri”. Kadang suka males ngadepin orang yg begitu, hehe….

     
  11. Ceritaeka

    Mei 3, 2011 at 8:06 am

    Yang penting skr bisa ambil nilai positifnya🙂

     
  12. Nohara

    Mei 5, 2011 at 1:47 pm

    belum pernah ke luar negri tapi sering bepindah dari daerah satu ke daerah lain di Indonesia, banyak budaya baru dan hal positif yang bisa diambil dari pada hanya sekedar pamer..
    suka dengan pernyataan terakhir..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: