RSS

EPIC

12 Apr

Ada masanya aku sangat tergila-gila dengan film Epic. Biasanya bercerita kepahlawanan seorang anak manusia untuk mempertahankan dan membela sesuatu yang dianggapnya benar. Walau kadang dibumbui melodrama percintaan, halangan rintangan. penderitaan Bahkan kadang berakhir kematian bagi si tokoh utama. Tapi dirinya tetap dikenang hingga masa berganti. Sungguh, sebuah tontonan yang mengaduk-aduk emosiku. Sebut saja Film macam Troy, The Legend of the Fall, The last Samurai,Gladiator, Apocalypto. Film yang kusebut belakangan beberapa kali kutonton di TV swasta tapi tak pernah bosan rasanya, bukan karena melihat cowok-cowok berseliweran hanya pakai “G-string”, tidak film ini juga tidak menyuguhkan lelaki-lelaki berwajah rupawan kaya raya yang pandai merayu wanita. Namun aku sungguh jatuh hati dengan sosok “Jaguar Paw”, seorang Indian yang tertangkap musuh dan dijadikan tumbal persembahan dewa matahari. Film yang banyak menggunakan bahasa Indian ini tidak membosankan walaupun aku “o’on” banget ama yang mereka katakan. Cukup nikmati saja gambar-gambar yang dihadirkan dilayar. Bagaimana Jaguar yang ditawan begitu ingin bertemu dengan istri dan anaknya hingga do’anya dikabulkan, saat pisau akan ditancapkan si jagal bersama mantra-mantra sang dukun, langit tiba-tiba menjadi gelap, terjadilah apa yang dinamakan gerhana matahari. Acara pengorbanan pun gagal, Jaguar Paw dan kawan-kawan dihabisi dengan cara yang sangat brutal, mereka dilepas seperti hewan, lantas diburu sampai mati. Disinilah perjuangan jaguar Paw mati-matian untuk mempertahankan selembar nyawa yang ia punya, untuk bertemu dan berkumpul kembali dengan orang-orang yang dikasihinya. sebuah cerita yang menggetarkan. laki banget! Dibanding nonton film action penuh lelaki berotot dan menang terus biar lawannyapake bazoooka kek, tank kek. suka bingung juga dar der dor ngancurin satu gedung, ngebom ini itu tidak jelas maksudnya apa? untuk apa?


Apocalypto

Tokoh-tokoh seperti jaguar Paw, Maximus, achilles, Katsumoto sebenarnya tak asing bagi kita, dan sering kita temukan dilingkungan sekitar. Seseorang pemimpin yang punya visi, dedikasi, dan amanah. walau kadang mereka ditindas, dizalimi, tenggelam oleh bayang-bayang pemimpin “jadi-jadian” yang sepertinya dan menempatkan dirinya “pahlawan” dimata rakyatnya. Mereka kita temukan pada anak-anak muda pemenang olimpiade science, selebriti yang menjadi teladan bagi penggemarnya, dokter atau guru yang bekerja jauh dipelosok hutan maupun pulau-pulau terpencil. Kakek-kakek penanam hutan bakau. Nelayan penyelamat terumbu karang.

Aku bukan apa-apa dibanding mereka. Aku belum bisa berbuat banyak untuk bangsa ini, lingkungan sekitarku bahkan, orang-orang yang kucintai. Apa yang kita tinggalkan untuk anak cucu kita kelak agar mereka menjadi manusia yang lebih baik? Bukankah hidup ini bagaikan sebuah “epic” yang harus kita jalani hari demi hari dengan berbagai tantangan dan hambatan. Sanggupkah kita meliwatinya dan tetap berpegang pada prinsip kebenaran yang hakiki, ataukah kita larut terombang-ambing bahkan ikut-ikutan terjerumus mengumbar nafsu dengan menghalalkan segala cara? Semua punya pilihan.

Mau jadi
Achilles


Maximus


Samurai Matsumoto


Jaguar Paw


jadi ini


ini


atau yang ini

Kalau aku mau jadi

Bella SwanπŸ™‚

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada April 12, 2011 in think tank, Uncategorized

 

5 responses to “EPIC

  1. ais ariani

    April 12, 2011 at 4:44 pm

    huahahahhahahaha.. wis serius-serius menyimak bagian meninggalkan apa untuk anak cucu kelak..
    ujung-ujung nya bella swan
    gubraaak.
    yess, semua punya piliha, termasuk pilihan untuk terjebak arus..
    (cieee..

     
  2. arman

    April 13, 2011 at 12:19 am

    yah yang pasti kita berusaha sebaik mungkin yang kita bisa aja lah ya…πŸ™‚

     
  3. Bayu Hidayat

    April 13, 2011 at 4:52 am

    iya film film kayak gitu bisa buat semangat lagi. bagus tuh effect nya. mudha mudahan dari nonton gitu. kita bisa jadi super hero juga. mantap

     
  4. Prima

    April 14, 2011 at 1:02 am

    aku suka epic… alasannya mungkin sudah dijelaskan di atas… hehehehehe… yang pasti settingan waktu jaman dulu itu keliatan keren!

     
  5. Faye

    Mei 1, 2011 at 5:57 am

    apa yang mau saya katakan sudah lebih dulu ditulis sama mas di atas sayaπŸ˜€ ngomong-ngomong soal Troy, saya lebih suka filmnya yang dulu pernah tayang di Indosiar, tapi judulnya Helen of Troy, lebih kena di saya :))

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: