RSS

Arsip Bulanan: April 2011

UNTUK MAMA

apa yang kuberikan untuk mama untuk mama ku sayang semua kuberikan untuk mama untuk mama kucintaaa…

Masih ingat lagu anak-anak yang sering dinyanyikan anak-anak dikontes nyanyi anak-anak.

Aku suka banget denger lagu ini, hatiku terasa diremas-remas dan mataku terasa panas apalagi anak-anak yang menyanyikannya dengan penuh penghayatan.

Apa sih yang tidak diberikan mama untukku. Sedari kecil hingga dewasa mama merawatku, mengajariku hidup, bekerja keras agar aku bisa seperti anak-anak lain, bahagia, bisa sekolah setinggi-tingginya, membantu dan mendorongku mewujudkan mimpi-mimpiku. Namun setelah dewasa dan bekerja aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri. Sibuk memanjakan diriku sendiri, ke salon, beli make up, perawatan rambut, muka, hingga ujung kaki. Berburu tas-tas trendi, sepatu-sepatu cantik, berlibur kesana-sini, makan dan happy-happy bergaul dengan teman-teman di cafe. Pulang-pulang mama menyambut kita dengan senyuman, tapi kita terlalu capek untuk sekedar ngobrol dengannya.

Namun omongan temanku menginngatkanku, “Kita bangga bisa beli misal tas hermes sepatu Christian Louboutin, tapi apa sih yang yang sudah kita berikan untuk orang tua kita?”

Apa ya?
Mama selalu bilang <"Mama senang melihatmu senang."
"Ngga usah menaikkan mama haji, mama sudah haji. kamu saja kalaupunya uang ditabung buat umrah atau haji."
"Make up? Mama sudah tua, ayahmu sudah ngga ada, mau dandan buat siapa?"
"Selop yang kamu belikan setahun lalu masih bagus, mama ngga bisa selop yang pake hak kaki mama sakit."
"Lebaran ngga perlu belikan mama baju baru, gamis yang kamu pake dua hari yang lalu buat mama saja.'
"Tapi itu jelek Mah, udah lama lagi."
"Tapi mama suka."
Saat kukasih uang mama malah masak masakan kesukaan anaknya. Atau tiba-tiba datang bawa karpet cantik, "nih buat lantai kamarmu, biar ngga kedinginan."

Jadi bingung, "Pengen sih beliin mama rumah atau mobil gitu, tapi mama tahu aku belum mampu masak harus korupsi atau nipu dulu?"

"Tapi waktu mampukan?"tukas temanku cepat, "kebangetan kalo ngga!"
Aku bergegas ke rumah mama. Duduk berdua diberanda dengannya, berbagi cerita dan nostalgia. bertukar canda, tawa, dan juga tangis. Kulihat binar dimatanya melihat kehadiranku."Ma, aku sayang mama." bisikku ditelinganya. Tangan lembutnya merengkuhku dalam pelukannya.

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada April 26, 2011 inci note of the day, Uncategorized

 

Shock Culture

Pernahkah kalian bertemu orang yang baru-baru saja pulang dari luar negeri berubah aneh. Bahasanya ala cinca laura, bajunya kalo ngga kayak orang kedingingan bertumpuk-tumpuk, legging, rok, sweater, pasmina, kupluk, sarung tangan, lagi padahal matahari sedang berseri-serinya dilangit Indonesia, atau sebaliknya kayak cewek-cewek di pantai film baywatch itu, kekurangan bahan bolong sana-sini, kelihatan sana-sini. Kalo pas pacaran, pacarnya kaget dulu malu-malu kucing sekarang…..auuuum macaaan, berani pamer ciuman pelukan di mal. Kalo ngomong selalu dimulai waktu aku di……begini-begini…..waktu aku di…..begono-begono. Melihat ada yang tidak beres…langsung protes, ngeluh sana-sini, bandingkan saja sama negara….aduh! Indonesia ini terbelakang banget! Orangnya males, ngga jujur, ngga ot time, wc umumnya jorok, jalanannya macet, pasarnya saat hujan becek, ngga ada ojek….pokkoknya berasa “ngga banget,deh!” bagi dia kembali ke Indonesia berasa kembali ke zaman flinstone aja.

Ketemu orang yang kayak begini agak risih, lucu, aneh, dan menggelikan menurutku. Tapi aku seperti “dikeplak” ama tanganku sendiri jangan-jangan aku begitu juga waktu baru balik dari luar negeri dulu. Aku ingat setahun aku masih merasa orang-orang tuh pada aneh sama aku, aku merasa ngga ada yang mengerti aku. Mungkin ini namanya “culture shock” ya,

awal-awalnya ya seperti orang yang punya pacar baru lagi, semuanya indah, semuanya baik, semuanya luar biasa, pacar lama…beuh…ngga ada bagus-bagusnya. Trus gaya, penampilan, perkataan disesuaikan seperti yang baru. setiap ngobrol selalu bilang pacarku begini, kata pacarku, menurut aku pacarku yang ini nih…padahal orang yang denger dan liat mau muntah!

Makin kesini, aku baru sadar, aku pernah mengalami “euphoria” seperti itu juga. Merasa “lebih” dari orang lain, padahal orang yang lahir diluar negeri terus berkali-kali keluar negeri “ngga gitu-gitu amat”. Memandang sebelah mata negeri sendiri, dan mencopy paste plek gaya berpakaian dan budaya orang sono. Sangat dangkal dan hanya memperhatikan kulit luar saja, mungkin karena pengaruh “U”, usia yang masih muda dulu dan jiwa yang masih labil. Untung saja euphoria ini tidak berlarut-larut dan menjerumuskan aku ke hal-hal yang negatif.

Berdasar pada kesadaran itu, aku ingin membalikkan “culture shock” yang identik dengan prilaku negatif menjadi lebih postif, bukan hanya peniruan secara “hajar bleh” gaya berpakaian dan bahasa saja tapi mengimplementasikan filosofi mengambil yang baik dan meninggalkan yang buruk dari apa yang kita tangkap dan alami di negeri orang. Membuat kita menjadi lebih percaya diri bukan sombong,  lebih terbuka bukan pakaian tapi pemikiran, menghargai perbedaan bukan merendahkan, lebih mencintai bangsa sendiri bukan melupakan. terus belajar bukan hanya untuk kepuasaan diri sendiri namun agar lebih berguna bagi orang lain.

picture courtesy of weheartit

 
12 Komentar

Ditulis oleh pada April 23, 2011 inci think tank

 

CINTA BULAT-BULAT

Ada masanya saat aku lagi diterjang asmara. Aku merasa waktu berhenti saja dititik ini. Toh aku merasa sangat bahagia. Hari-hari terasa begitu manis dengan si dia disampingku. Jatuh cinta efeknya luar biasa memang. Kayaknya kita berada diawang-awang, sedang dunia dan realitasnya nun jauh di bawah sana.

Namun yang namanya kesempatan tidak pernah memilih waktu. Padahal kalau bisa, kalau bisa sih kenapa tidak saat aku jomblo kemarin-kemarin kesempatan itu datang? Bimbang? Banget! Soalnya kesempatan ini jarang-jarang banget dan sudah kuidam-idamkan sejak aku kecil dulu. Namun memiliki kekasih, bukankah sesuatu yang kuidam-idamkan sejak dulu juga? (malu-malu tupai) Apalagi kekasihku yang satu ini  ya 11 12 getho kalo zaman sekarang dengan Edward Cullen.

Ini saat terberat waktu itu. Mau bilang ke dia maju mundur, bilang ngga? Akhirnya aku bilang juga .

“Yang aku lolos.”

“Lolos apa?”

“Lolos seleksi pertukaran pemuda ke luar negeri.”

“Luar Negeri?” mukanya langsung datar.

“Berapa lama”

“Sebulan.”

“Sebulan? Seharipun aku ngga sanggup ngga ketemu kamu.” Duh, mau pingsan kan denger jawabannya.

“Tapi aku pengen banget ikut program ini. Aku memimpikannya sejak kecil. Sebulan ngga lama kan?”

“Sebulan ngga lama?!”

“Kamu bisa aja lirik-lirik cowok sana.Aku tidak percaya long distance relationship.”

“Tapi ini kan cuma sebulan.”

“Terserah deh,pilih ke luar negeri atau aku!”

Deg! Jantungku serasa berhenti berdetak. Bagaimana mungkin aku harus memilih dia dan kesempatan itu. Aku merasa hidup terasa tidak adil. Padahal mungkin menurut pandangan orang lain alangkah tidak adilnya kalau gadis itu mendapatkan keduanya.Tapi bagaimana lagi, walau berat aku lebih memilih ikut program ke luar negeri. Si dia pergi menjauh dariku, karena dia merasa dia bukan pilihanku.

Sebelum hari keberangkatanku aku banyak menangis. Menangisi kekasihku yang pergi dan terus bertanya-tanya dalam doa apakah keputusanku ini benar. Kadang ingin rasanya aku menarik perkataanku kembali tentunya aku masih bersamanya. Namun nasi sudah menjadi bubur. Saat diklatpun aku masih sempat menilponnya untuk pamit, namun tanggapannya sangat dingin.Dengan terluka aku berangkat. Ternyata program yang kuikuti benar-benar luar biasa, memang tidak bisa disamakan dengan jatuh cinta, tapi aku merasa sangat beruntung mengikutinya. Melihat negeri lain, belajar budaya asing, menjalin pertemanan dengan banyak orang baru, memilki keluarga baru, dan tanpa kusangka-sangka menemukan cinta baru (ehem), sepulang dari program aku bertemu temanku, temanku bilang, “Tahu ngga mantanmukan udah punya pacar baru”.

“Wajarlah dia memiliki kekasih baru toh dia kan sudah sendiri lagi.”

“Tapi mereka sudah ngedate saat  dia masih jadi pacarmu!”

Tiba-tiba penyeselanku akan kehilangan dirinya menguap begitu saja. Andai aku memilih dia, aku tidak akan mendapatkan apa-apa selain kekecewaan dan kekecewaan. Ternya cinta sih cinta tapi jangan cinta bulat-bulat. Dari sini aku belajar, apabila cinta menghalangimu menjadi orang lebih baik atau menghambatmu meraih mimpimu, itu bukan cinta tapi pengekangan berlandaskan cinta yang egois. Saat muda  waktu kita masih banyak untuk meraih kesempatan dan mimpi termasuk kesempatan mendapatkan cinta baru *wing-wing*. Cinta yang memberi kita kesempatan untuk berkembang dan meraih mimpi. Mimpi kau dan aku. Mungkin mimpi bersama kelak.

photo dipinjam dari weheartit

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada April 15, 2011 inci think tank, Uncategorized

 

Tag: , ,

Wrong Time Wrong person

Beberapa hari yang lalu aku beli  bensin di sebuah warung, yang punya warung menghampiri aku dengan muka asem terus tanya, “Berapa liter!” datar banget tanpa senyuman.

“satu liter aja.”

Aku lantas mengangsurkan uang lima puluhribuan, “Ngga ada kembaliannya. Tukar dulu di warung sebelah!” tukasnya ketus ia lantas menoleh pada dua anaknya, satu masih balita lagi menangis meraung-raung, satunya lagi masih SD sedari tadi merengek-rengek minta uang saku.” Udah diam dulu napa, mama lagi jualan!” bentaknya pada dua anaknya. Oh, aku jadi maklum, mungkin badmoodnya disebabkan dua anaknya yang bertingkah saat mamanya lagi melayani pembeli warung. Soalnya beberapa hari kemudian, saat aku ke warung yang sama, Ibu yang sama melayaniku dengan ramah, bahkan menanyakan aku mau kemana? aku bilang mau kerja? dia tanya-tanya kerja dimana? jauh ya tempat kerjanya. Ngobrol biasa tiada kesan judes beberapa hari yang lalu. Aku jadi mikir beberapa hari yang lalu saat si Ibu itu mumet, tiba-tiba saja aku nemplok tepat didepan mukanya. Jadi biar bagaimanapun rupawannya wajahku tetap saja “eneg” bagi dia.

Makanya sekarang kalau tiba-tiba aku dijutekin sama orang, Aku harus melihat lebih tajam ADA APA dibalik kejutekannya (bergaya ala presenter SILET). Siapa tahu kita datang disaat yang tidak tepat.Kebanyakan orang yang teraniaya buntut-buntutnya akan menganiaya oranglain (yang lebih lemah tentunya, ya pembokat, ya bawahan, ya anak, ya pasangan). Atau kalo mumetnya udah kayak bisul mau pecah, duaaaaaar….meledak saja didepan orang dihadapannya, siapapun mereka. Bablas deh! Sial deh situ yang didepan tuh orang. Alih-alih orang yang kena sembur nama belakangnya SABAR BAIK HATI TIDAK SOMBONG, pas yang kena sembur kena orangnya kayak macan …kena deh lu siap dibalas sama mercon, itu masih mendingan dibanding cap tangan dipipi, PLAK!

Ya, aku masih bisa nahan diri kalau sahabat yang selalu ada disampingku saat suka dan duka tiba-tiba suatu waktu mengamuk. Aku harus pasang radar dulu, mungkin lagi PMS, habis diputusin pacar, belum makan siang, baru ditagih debt collector? Who knows? Tapi kalo setiap ketemu dijutekin melulu, antara dua saja kalo dia ngga benci banget sama kita atau cinta banget sama kita :). Tapi kalo semua orang dijutekin, setiap saat setiap waktu.siap-siap pose kaki diangkat satu, Kata Papa TEBE …..KABUUUUUUR

 

 

 

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada April 13, 2011 inci note of the day

 

EPIC

Ada masanya aku sangat tergila-gila dengan film Epic. Biasanya bercerita kepahlawanan seorang anak manusia untuk mempertahankan dan membela sesuatu yang dianggapnya benar. Walau kadang dibumbui melodrama percintaan, halangan rintangan. penderitaan Bahkan kadang berakhir kematian bagi si tokoh utama. Tapi dirinya tetap dikenang hingga masa berganti. Sungguh, sebuah tontonan yang mengaduk-aduk emosiku. Sebut saja Film macam Troy, The Legend of the Fall, The last Samurai,Gladiator, Apocalypto. Film yang kusebut belakangan beberapa kali kutonton di TV swasta tapi tak pernah bosan rasanya, bukan karena melihat cowok-cowok berseliweran hanya pakai “G-string”, tidak film ini juga tidak menyuguhkan lelaki-lelaki berwajah rupawan kaya raya yang pandai merayu wanita. Namun aku sungguh jatuh hati dengan sosok “Jaguar Paw”, seorang Indian yang tertangkap musuh dan dijadikan tumbal persembahan dewa matahari. Film yang banyak menggunakan bahasa Indian ini tidak membosankan walaupun aku “o’on” banget ama yang mereka katakan. Cukup nikmati saja gambar-gambar yang dihadirkan dilayar. Bagaimana Jaguar yang ditawan begitu ingin bertemu dengan istri dan anaknya hingga do’anya dikabulkan, saat pisau akan ditancapkan si jagal bersama mantra-mantra sang dukun, langit tiba-tiba menjadi gelap, terjadilah apa yang dinamakan gerhana matahari. Acara pengorbanan pun gagal, Jaguar Paw dan kawan-kawan dihabisi dengan cara yang sangat brutal, mereka dilepas seperti hewan, lantas diburu sampai mati. Disinilah perjuangan jaguar Paw mati-matian untuk mempertahankan selembar nyawa yang ia punya, untuk bertemu dan berkumpul kembali dengan orang-orang yang dikasihinya. sebuah cerita yang menggetarkan. laki banget! Dibanding nonton film action penuh lelaki berotot dan menang terus biar lawannyapake bazoooka kek, tank kek. suka bingung juga dar der dor ngancurin satu gedung, ngebom ini itu tidak jelas maksudnya apa? untuk apa?


Apocalypto

Tokoh-tokoh seperti jaguar Paw, Maximus, achilles, Katsumoto sebenarnya tak asing bagi kita, dan sering kita temukan dilingkungan sekitar. Seseorang pemimpin yang punya visi, dedikasi, dan amanah. walau kadang mereka ditindas, dizalimi, tenggelam oleh bayang-bayang pemimpin “jadi-jadian” yang sepertinya dan menempatkan dirinya “pahlawan” dimata rakyatnya. Mereka kita temukan pada anak-anak muda pemenang olimpiade science, selebriti yang menjadi teladan bagi penggemarnya, dokter atau guru yang bekerja jauh dipelosok hutan maupun pulau-pulau terpencil. Kakek-kakek penanam hutan bakau. Nelayan penyelamat terumbu karang.

Aku bukan apa-apa dibanding mereka. Aku belum bisa berbuat banyak untuk bangsa ini, lingkungan sekitarku bahkan, orang-orang yang kucintai. Apa yang kita tinggalkan untuk anak cucu kita kelak agar mereka menjadi manusia yang lebih baik? Bukankah hidup ini bagaikan sebuah “epic” yang harus kita jalani hari demi hari dengan berbagai tantangan dan hambatan. Sanggupkah kita meliwatinya dan tetap berpegang pada prinsip kebenaran yang hakiki, ataukah kita larut terombang-ambing bahkan ikut-ikutan terjerumus mengumbar nafsu dengan menghalalkan segala cara? Semua punya pilihan.

Mau jadi
Achilles


Maximus


Samurai Matsumoto


Jaguar Paw


jadi ini


ini


atau yang ini

Kalau aku mau jadi

Bella Swan 🙂

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada April 12, 2011 inci think tank, Uncategorized

 

THE COOL BLOGS EVER!

Oh yeah sebagai New Kids on the Blogs, selain hobby jalan-jalan di dunia nyata, aku juga suka wara-wiri di blog-blognya rekan sejawat di antero dunia maya ini. Beberapa diantaranya yang “nendang” banget dihatiku hingga aku rajin bolak-balik di blog ini baca postingan dan tentunya kerap meninggalkan jejak untung-untung dapat kunjunjungan balik, “Wow dapat kunjungan balik dari blogger fave itu, berasa disapa Justine Beiber! Aku suka kagum sama postingan-postingan mereka yang indah, kreatif, unik, gila, ancur, kadang bikin aku berlinang air mata, jejeritan, jingkrak-jingkrak, ketawa kejer guling-guling. Penasaran ini dia 5 blog yang kuanggap “cool”.

1.

 
22 Komentar

Ditulis oleh pada April 1, 2011 inci note of the day