RSS

Blue Valentine

15 Mar

cinta yang diawali dengan hangat membara akan berakhir dingin menyakitkan

Begitulah, apa yang dapat kita ambil dari film drama romantis yang diperankan dengan apik oleh Michelle Williams dan Ryan Gosling. Lupakan dulu drama romantis ala jenifer Anniston atau Cameron Diaz, apalagi Julia Roberts…pastinya barisan cewek cantik ini akan jadi pemenang cinta sang pangeran, dan it is so boooooring!
Tidak, untuk Michelle Williams, dia kayaknya spesialis “ibu-ibu depresi”, ingat perannya sebagai istri Heath Ledger di film brokeback Mountain? dan sekarang di Blue Valentine dia berperan sebagai ibu satu anak yang perkawinannya di ujung tanduk.

Walau agak pusing nonton film yang alur ceritanya maju mundur dari masa kini ke masa lalu, bolak-balik. Tapi dengan akting kedua bintang utamanya yang mengesankan dan sinematografi yang indah, dengan cerita yang apik dan sedikit “nyeleneh” untuk dikategorikan “drama romantis”.

Film ini menceritakan jatuh bangunnya jalinan cinta Cindy (Michelle williams) dan Dean (Ryan Gosling). Cindy dulunya mahasiswi sekolah kedokteran yang cerdas yang sangat mencintai neneknya yang tinggal di rumah jompo. Disaat Cindy sedang bermasalah dengan pacarnya, Cindy bertemu seorang buruh angkut yang ganteng di rumah jompo itu, Dean. Dean dengan gagah berani dan pedenya PDKT dengan Michelle yang serius dan pemalu. Dengan gayanya yang lucu dan kekanak-kanakan kadang romantis abis, Dean berhasil memikat hati Cindy hingga mereka saling jatuh cinta.

Awalnya kedua orang tua Cindy meragukan keseriusan dua anak muda yang sedang dimabuk cinta itu. Apalagi mengingat pekerjaan dean yang hanya buruh angkut? Tapi Cindy tidak mempermasalahkan itu hingga ia hamil. Awalnya Cindy ingin menggugurkan kandungannya, tapi saat dokter ingin melakukannya….dia berteriak tidak! Adegan setelah ini sangat menyentuh. Cindy dan Dean berpelukan saling menguatkan (baru aku ngeh kalau ini film drama romantis…he..he…) Mereka akhirnya menikah.

Walaupun jalinan cinta mereka awal-awalnya manis, rasa itu mulai goyah saat mereka sudah melangkah ke dalam pernikahan dan dikarunia seorang anak yang lucu Frankie yang diperankan dengan sangat natural oleh Faith Wladyka. Kehidupan ekonomi mereka yang morat-marit yang hanya mengandalkan pekerjaan serabutan dean sebagai tukang cat dan Cindy yang bekerja sebagai perawat rumah sakit. Cindy depresi. Cita-cita menjadi dokter musnah sudah. Tingkah Dean yang kekanak-kanakan dan memandang hidup dengan enteng, dulunya sangat memikat lama-lama semakin membuatnya tidak nyaman yang berujung pada pertengkaran demi pertengkaran.

Untuk menyelematkan perkawinannya Dean mengajak Cindy menginap di hotel untuk mengembalikan kenangan manis awal-awal kisah kasih mereka. Gambar berganti-ganti dari masa lalu yang indah dan romantis ke masa kini hambar dan dingin. Akhirnya Cindy tak kuasa menahan sesak hatinya. Cerita ditutup dengan mengharu biru, saat Frankie mengejar ayahnya yang berjalan menjauh untuk kembali sambil menangis, tapi ibunya meraihnya dan menggendongnya. membiarkan ayahnya pergi. Sementara dikejauhan orang sedang bersuka ria bermain kembang api. Sungguh ending yang menyesakkan.

Berkat aktingnya yang memikadi film ini Michelle Williams di nominasikan pemeran utama aktris terbaik dalam Golden Globe bt ersaing dengan anna Hathaway di film, sex and another drug ( yang membuatku heran, kok bisa aktris sekelas Anna Hathaway mau menerima peran di film ini dan dinominasikan aktris terbaik pula di Golden Globe, Why?) kalau Michelle Williams sih aku setuju sekali bisa disaingkan dengan Nathalie portman di Black Swan yang memenangkan Golden Globe. Untuk Ryan Gosling walaupun penampakannya dan aktingnya tidak bisa disamakan dengan Johnny Depp, tapi aku suka aktingnya sebagai ayah yang hangat dan menyenangkan di film ini. Begitu pula dengan Michelle Williams bukan tandingan Angelina Jolie namun wajahnya yang “biasa-biasa” itu membuatnya menjadi “luar biasa alami” di film ini.

Apa yang dapat kita ambil dari film ini, ternyata dimana-mana namanya untuk kawin cinta saja tidak cukup, pilihan menikah muda harus dipikirkan baik-baik sebelum dilakukan apalagi udah “hamdun” duluan, alih-alih Bapaknya mau bertanggung jawab seperti Dean, bukannya kita lihat banyak yang kabuuuur.

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 15, 2011 in movies of my life, Uncategorized

 

6 responses to “Blue Valentine

  1. arman

    Maret 15, 2011 at 10:01 pm

    ntar kalo dvd nya keluar, pengen nonton nih film ini…

     
  2. Asop

    Maret 16, 2011 at 12:54 am

    Uaaaah, yang maen Michelle Williams…😳

     
    • partnerinvain

      Maret 16, 2011 at 9:31 am

      ngefans ya Kang Asop? difilm ini puaaas deh Liat Michelle Williams…he..he..

       
      • Asop

        Maret 23, 2011 at 12:55 pm

        Nggak, gak ngefans, cuma salah satu aktris yang saya suka.🙂

         
  3. ndaru

    Maret 16, 2011 at 2:40 am

    ah cinta…deritanya emang tiada akhir

     
  4. ais ariani

    Maret 16, 2011 at 4:56 am

    nikah gak hanya butuh cinta, begitu bukan?
    teori nya udah paham. tapi kalau yang namanya cinta, keknya mendaki merapi pun dilakoni
    hahahaha.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: