RSS

Revenge

13 Jan

Belakangan ini aku merasa tertekan. Bukan! bukan karena listrik yang suka byar pret! Bukan juga karena aliran air PAM yang suka mampet. Bukan juga lantaran koneksi internet yang suka dodolidodolipret, apalagi gara-gara harga cabe meroket. Namun karena serangan gelap makhluk kecil. Kecil-kecil cabe rawit (kembali lagi ke cabe…wakakak…puasa cabe soalnya), sukanya nyolong, gigit-gigitin apa aja…yang paling menjengkelkan suka bener buang air kecil dan besar sembarangan. Jangankan ayam goreng sabun wangi kesayangan juga diembat. jangankan berkas dilemari kemeja andalan bolong-bolong…dan yang bikin aku naik darah lemari ama laci dijadiin toilet umum sama dia. Cukup! Cukup kesabaranku sudah habis! Pikiran bertandukkupun mulai menyala. Setelah menonton film Saw, Hellowen, Scream…aku mendapat inspirasi dari Doctor Hannibal Lecter. Kuputuskan untuk memasang jebakan….Kupasang jebakan diam-diam dimalam hari, kutunggu hasilnya keesokannya. Berhasil! Aku tertawa ala kunti….dapat kau makhluk pengganggu, tanpa ampun kutenggelamkan keranjang jebakan keair mengalir, hingga ia mati lemas tak berdaya. Ternyata, serangan demi serangan berlanjut, malah kian berani saja, teror tidak hanya dimalam hari, siang hari pun berani-beraninya ia menampakkan diri. Kesabaranku sudah habis apalagi melihat keranjang jebakanku, umpannya ludes….penghuninya ngabur. Weleh-weleh perlu cara yang lebih canggih menumpas habis makhluk pengganggu ini. Kuputuskan membeli permen….bukan permen sembarang permen….permen beracun! Kusebarkan….diam-diam disekeliling rumah…..benar saja keesokan harinya…disekitar rumah seperti ladang pembantaian….walaupun sedikit geli aku menekan rasa mualku untuk menguburkan makhluk-makhluk pengganggu….dengan senyum kemenangan! Tak ada lagi gangguan….tak ada lagi makanan yang hilang, tak ada lagi barang yang bolong. Mataku menggerling licik seperti tokoh antagonis dalam sinetron lengkap dengan tawa menggelegar. Maafkan aku ya teman….aku merasa tersiksa menyimpan semua ini. Semua perbuatanku yang begitu kejam dan berdarah dingin. Aku ingin mengaku untuk melepaskan beban hatiku….bahwasanya aku…aku telah membantai sekawanan tikus-tikus. Maaf….aku tak sanggup meneruskannya….biarkan aku mengambil nafas dulu….yang menyedihkannya lagi…aku….tidak merasa bersalah melakukannya!

Hmm……Hari ini aku mau berangkat kerja. Motorku mogok, dengan mendumal panjang pendek aku terpaksa mendorong motorku ke bengkel….setelah diperiksa sama mekaniknya ada beberapa kabel putus. Padahal…kemarin ngga kenapa-kenapa…si mekanik berkata, “kayaknya digigit tikus ini!” Deg! pikiranku langsung melayang, apakah ini pembalasan atas perbuatanku? Ah….tikus @#$$%%…..perang kita masih berlanjut!

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 13, 2011 in Uncategorized

 

9 responses to “Revenge

  1. ais ariani

    Januari 13, 2011 at 3:20 pm

    racun tikus yang dua puluh ribuan itu lohh… yang katanya bisa membunuh si tikus, bunuhnya tapi gak bau.
    atau pasang lem…

     
  2. arman

    Januari 13, 2011 at 6:15 pm

    waduh serem banget… hehehe.
    moga2 setelah ini gak ada tikus2 berkeliaran lagi ya…

     
    • partnerinvain

      Januari 14, 2011 at 12:58 am

      he…he…moga2…tikus2nya jera…tapi motorku yg kena balas..

       
  3. Indah

    Januari 14, 2011 at 12:34 pm

    Psstt.. Inaa, kasih tau donks permen apaan tuh soalnya di rumah gua juga lagi banyak tikus nih, huhuhu..

     
    • partnerinvain

      Januari 15, 2011 at 9:59 am

      ngga tau namanya pas dipasar ada yg nawarin permen anti tikus, bentuknya kayak permen….lumayan ampuh sih…he..he…

       
  4. andinoeg

    Januari 16, 2011 at 2:10 pm

    banyak tikus dirumahmu gara-gara kamu malas bersih-bersih😀

     
  5. chocoVanilla

    Januari 17, 2011 at 8:27 am

    Hiiiyyy, klo yang gigit kabel motor tikus beneran sih gak papa. Kalo itu perbuatan arwah tikus penasaran gimana? HIiiyyyy….. mesti bakar menyan tuh hahahaha…..

     
  6. ndaru

    Januari 18, 2011 at 12:21 am

    nyoba aja piara kucing, ato kalok mau ampuh piara tyrex :p

     
  7. Nandini

    Januari 22, 2011 at 3:43 am

    Ya ampuun Inaa.. kok sama sih? tikus dah berasa kaya cendawan aja.. mana udah ga pelihara kucing lagi..😦

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: