RSS

Sup Jendral

23 Des

Satu-satunya masakan yang bisa kumasak bentuknya seperti namanya cuma sup.
Biasanya telur ceplok seperti telur orak-arik.
Ikan bakar seperti habis dicakar kucing.
Bolu jadi brownis setengah mateng.
paling aneh perkedel jagung seperti batu bara saking hitamnya..he..he…
Sup makanan favorite ayahku. Kalau mama bikin sup, dari makan pagi, siang, malam, makannya sup aja plus nasi tentunya. Waktu ayah masih bekerja kalau dia makan siang ke luar bareng teman-temannya, pesenannya sup ajah! Setiap lebaranpun makanan istimewanya bukan ketupat tapi “sup ayam istimewa!” karena istimewa porsinya dan piringnya besar!
Waktu kami masih kecil, kadang kalo ayah lagi banyak duit kita diajak makan malam diwarung terbuka yg hanya ada malam hari saja. Kita makan sup ayam favorit ditengah dingin malam menggigit. Terasa hangat setelah suapan demi suapan sup panas membasahi kerongkongan kami apalagi ditingkahi tawa canda kami berempat. Aku ingat porsiku masih setengah piring kecil, piring kecil penuh hingga menyamai piring besar ayahku…licin tandas, betapa senangnya ayahku melap bibir dan pipiku yang berlepotan kuah.
Semakin besar aku ingin juga pandai memasak walaupun kebanyakannya malah membuat dapur jadi kacau balau plus soundtract bang benyamin S terkenal itu “kompor meleduk”! Walau begitu semangat “Farah Quinn” aku masih membara saja walaupun yang dimasak cuma sup ayam!
Motong-motong sayur, ngulek bumbu, bersauna ria, numis bumbu…bau-baunya sih sup beneran! Ayahku melongok ke dapur. Masak apaan? tanyanya dengan tampang heran, biasanya ni anak boro-boro ke dapur mendengar kata “dapur” aja bawaannya mau kabur aja.
“Masak sup!”
Demi melihat kentang, wortel, dan ayam dan kaldu bergolak dipanci ayah baru percaya anaknya benar-benar memasak, kirain aku mempraktekkan percobaan kimia atau fisikaku seperti yang sudah-sudah.
Sudah masak!
Ayah sudah siap di meja makan. Kutaruh dihadapannya sup bikinanku yang masih beruap hangat dengan baunya yang semeriwing. Ayahku mencicipi sesuap, “Enak!” katanya, .”Sup Jendral ini!” seru ayahku, seraya diam-diam menambahkan merica, garam,kecap dan perasan jeruk nipis.
Aku mencicipi supbagianku …ini bukan sup…masak air dicemplungin sayur alias hambaaaaaar….yaaaah….
Sejak saat itu ayahku menjuluki sup masakanku, “Sup Jendral!” walaupun dari segi rasa masih kopral, tapi jangan kuatir tinggal tambah garam, merica, kecap,dan jeruk nipis sesukanya….pasti naik pangkat! kedip sebelah mata, ting! (dengan catatan ngga janji loh!)

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 23, 2010 in jadul

 

2 responses to “Sup Jendral

  1. nh18

    Desember 23, 2010 at 2:22 pm

    ” … betapa senangnya ayahku melap bibir dan pipiku yang berlepotan kuah …”

    This is what I call … very romantic indeed …

    Salam saya Ina …

     
  2. arman

    Desember 24, 2010 at 7:07 pm

    wah ya kalo dimasakin ama anak, udah pasti masakan spesial tuh…🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: