RSS

INISIASI

06 Agu

Aku sering melihat ibu dan anak berpeluk-pelukan dan bertangis-tangisan di stasiun, bandara atau pelabuhan. Cerita melodrama seperti ini tak pernah terjadi antara aku dan mama. Kita cenderung “gengsian” dan “jaga imej” disetiap kesempatan “berpisah untuk sementara” itu. Mungkin kita bukan orang yg ekspresif dalam dalam hal ini,Paling cuma cium tangan dan dadah-dadahan.

Namun setiap kali aku pergi jauh sendirian sehari sebelumnya atau malamnya selalu saja ada momen “inisiasi pelepasan” antara aku dan mama. Kadang disengaja kadang tidak disengaja. Bermula dari tiket keselip, baju bawaan, koper atau tas gede, sekantong obat-obatan,jumlah kaos kaki, celana dora emon (celana yg banyak kantongnya), gembok pengaman copet hingga kotak bekal segede rantang untung ngga dengan dispensernya sekalian yg bikin aku sedikit “diskusi” dengan emakku tersayang.

Kadang semuanya smooth dan acara packingku berhasil mulus dibagian X-ray mama, ulah si yayang yg ngapel liwat waktu bikin kita “diskusi”, “Kamu tau udah jam berapa ini, besok kamu musti pergi subuh. Kalo ngga cukup istirahat ntar kamu disana sakit lagi.”…eng-ing-eng….diskusi dimulai dan lucunya tak pernah berhenti jika sebelum ada yang pecah….(jangan berpikiran piring gelas terbang yaa….) Tak berhenti jika tangisku tidak pecah…dan selalu Mamalah pemenangnya, setelah “acara tangis kejer itu usai” legalah Mama melepasku pergi. Anehnya hatikupun terasa ringan untuk melangkah pergi.

Akhirnya walaupun agak “ajaib” kadang aku menunggu-nunggu momen ini terjadi sebelum aku pergi, kadang aneh aja kalo everything is ok dan “ngga ada apa-apa”  benar aja…si mama selalu punya 1001 macam cara membuat anaknya ‘yg cuek” ini menjadi melankolis tanda sayang mama padaku.

 
17 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 6, 2010 in my life

 

Tag: , , ,

17 responses to “INISIASI

  1. fanny

    Agustus 6, 2010 at 7:11 am

    tuh namanya ibu yg sayang anaknya. hehee

     
    • partnerinvain

      Agustus 6, 2010 at 9:22 am

      caranya berbeda-beda tapi maksudnya sama sayang anaknya

       
  2. riesta

    Agustus 6, 2010 at 8:28 am

    kangen ibuku….

     
  3. monda

    Agustus 6, 2010 at 9:42 am

    ibu2 emang gitu kok kalo anaknya mau pergi,
    banyak nasehatnya ya he..he…

     
  4. JoO

    Agustus 6, 2010 at 11:28 am

    hahahaha…
    pastinya aku blum pernah kek gitu hehehe..
    tapi pernah pas pulang sekali dulu.. doOhhh ketemunya nangis-nangis tapi mamaku aja sih…
    akunya malah ikut terharu

     
  5. JoO

    Agustus 6, 2010 at 11:29 am

    slam kenal ya keknya pertama kali maen kesini aku..

     
  6. arman

    Agustus 6, 2010 at 4:50 pm

    kalo perginya cuma bentar2 sih kayak pas tugas kantor, gak pernah berasa apa2 sih.

    tapi pas pindah kemari dan pas balik kemari setelah liburan di indo, itu berasa sedddiiiihh banget pas pisah ama nyokap. sampe nangis abis dah… abis lama sih baru ketemu lagi…😦

     
    • partnerinvain

      Agustus 7, 2010 at 8:56 am

      bisa kebayang deh Man sedihnya, apalagi mesti nyebrang samudera gitu.

       
  7. ariefborneo

    Agustus 6, 2010 at 7:35 pm

    Jadi kangen mamah ni..hikz..hikz

     
  8. kyra.curapix

    Agustus 7, 2010 at 7:25 am

    q kira inisialisasi
    beda ya?

     
  9. I' am

    Agustus 7, 2010 at 10:56 am

    begitu tulusnya kasih sayang seorang Ibu…sampai-sampai Surga ‘diletakkan’ di telapaknya sama YANG MAHA KUASA…😉

     
  10. nh18

    Agustus 7, 2010 at 11:31 am

    Ya …
    Itu cara mama menyayangi anak tercintanya …

    Salam saya Na

     
  11. Denuzz BURUNG HANTU

    Agustus 8, 2010 at 2:09 am

    mama yang baik…
    andai mamaku masih hidup

    salam akrab dari burung hantu

    ditunggu komennya di
    http://blog.beswandjarum.com/denus/2010/08/08/plaak/

     
  12. Indahjuli

    Agustus 9, 2010 at 7:36 pm

    Jiaaah, jangan2 anakku curhat begini nih😀
    Maklumlah, Na, ibu-ibu kan suka khawatir, apalagi kalau anaknya itu perempuan😀

     
  13. prasetyandaru

    Agustus 10, 2010 at 1:17 am

    Tapi itulah yang membuat setiap pertemuan menjadi indah…saya dulu ketika hidup bareng mami yaaa biasa2 aja…sekarang, berapa rupiah harus saya buang hanya untuk menyewa sebuah kursi yang tertempel di benda terbang itu, tapi seperti lunas terbayar ketika ketemu mami

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: