RSS

Ayah, dalam kenangan

19 Jun

Dua tahun sudah berlalu tapi serasa kau masih berada disini
Mendengar suaramu, melihatmu lagi, bicara denganmu lagi.
Kadang rindu ini begitu membuncah hanya doa yang bisa kusampaikan

Kenangan-kenangan begitu kental dalam ingatanku
sekental ikatan darah antara kita.

Setiap kali aku mendengar lagu sapu lidi aku teringat suara baritonmu
Setiap kali aku melihat sapu tangan itu, aku teringat kau melap mulut kecilku yang berlepotan sambal sate
Setiap kali aku melihat Honda C7 merah, aku teringat kau memboncengku keliling kota dan berakhir di depot es teler langganan kita

Kau bukan Ayah yang pandai mengekspresikan cinta dengan kata-kata
Namun setiap tindakan dan perbuatanmu adalah cinta
Kau bukan Ayah yang kaya raya
Namun sepanjang hidupku aku tak pernah merasa kekurangan
Kau Bukan ayah yang perkasa dan berotot baja
Namun selama kau ada aku merasa aman
Kau bukan Ayah yang suka melarang
Tapi sekali kau melarang pantang kumenentang karena itu kebenaran

Ingat dongeng-dongengmu tentang negeri seberang
dongengmu menginspirasiku untuk pergi kesana
Ingat majalah-majalah dan buku cerita yang kau ceritakan
menginspirasiku untuk menulis

Kau selalu membangkitkan semangatku disaat aku jatuh
Kau selalu menguatkan aku disaatku terluka
Kau selalu membuatku tersenyum saat sedih melanda

Yah, Piala dunia datang lagi
Tapi kau tiada lagi menemaniku menonton setiap pertandingan
Walau kadang ditengah pertandingan kudengar ngorokmu dan kau terbangun saat aku ribut berteriak “Goal!”
Yah, sore ini aku minum teh, namun teh ini tak seperti buatanmu yang warnanya coklat tua dengan dua sendok gula. Rasanya tiada duanya karena dibuat dengan cinta.
teh ini tak sehangat perbincangan kita tentang apa saja yang terjadi di sekitar kita atau tentang keseharianku.

Yah, aku ingat saat aku sakit, kamu rela hujan-hujanan tengah malam mencarikan obatku.
Yah, aku ingat saat kau setia mengantar dan menjemputku disetiap kegiatan sekolahku
Yah, aku ingat saat kau orang yg pertama menyambutku di Bandara setelah 7 jam di atas Pasific.
Yah, kau hadir di momen-momen istimewa dalam hidupku
Yah, andai aku bisa terlahir kembali, tak ada yang kuinginkan selain menjadi anakmu.
Yah, kau memang tidak sempurna namun tapi bagiku engkau ayah yang terbaik yang pernah kumiliki.
Aku bersyukur memiliki Ayah sepertimu.
Kau memang tak akan terganti
Hingga saat kita bertemu nanti
Happy Father’s day, I love you.

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 19, 2010 in note of the day, Uncategorized

 

9 responses to “Ayah, dalam kenangan

  1. krupukcair

    Juni 19, 2010 at 12:40 pm

    Ayaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh I LOVE YOU…..!!!!!
    PERTAMAXXXXXXXXX

     
  2. djiesaka

    Juni 19, 2010 at 12:41 pm

    salam kenal….
    mampir : http://djiesaka.wordpress.com/

     
  3. marinaartiyasa

    Juni 20, 2010 at 2:30 pm

    aku jga udah kehilangan ayahku 10 th yang lalu
    tapi berbagai kebaikan beliau selalu teringat selalu
    kita doakan beliau yang udah tiada ya..

     
  4. dina.thea

    Juni 21, 2010 at 5:18 am

    kunjungan balik, salam kenal. doa anak sholeh bisa jadi hadiah buat Ayahnya.

     
  5. yessymuchtar

    Juni 23, 2010 at 6:48 am

    Semoga ayah di sana tersenyum mendapat untaian doa dari anaknya🙂 Semoga amal jariyah Ayah bertambah, dan dosanya berkurang. Semoga doa dari mu tersampaikan…Amien…

     
  6. Ceritaeka

    Juni 23, 2010 at 7:42 am

    Berkaca-kaca mbaca ini…
    indah banget
    ada byk memori yang tersimpan, dan bisa dikenang indah

    salam,
    EKA

     
    • partnerinvain

      Juni 23, 2010 at 8:08 am

      thanks Eka udah baca blogku, aku ngefans banget sama blogmu, indeed!

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: