RSS

Marah dengan santun

04 Jan

Marah sangat manusiawi. Kalau marah rasanya ingin mencurahkan segala perasaan kecewa jengkel, tak diperdulikan, diremehkan, kepada orang yang membuat kita marah, atau kepada siapa saja yang berada di dekat kita. Apalagi di zaman serba canggih seperti sekarang ini uneg-uneg dan luapan kemarahan kita bisa kita expresikan di internet atau jejaring sosial seperti facebook, twitter, myspace, Multiply hingga youtube. Yang ternyata ada beberapa luapan kemarahan itu malah menjadi bumerang bagi si pembuat status yang sedang dilanda emosi. Makanya para orang tua pernah bilang kalau hati sedang marah dinaikkan dulu keatas kepala didiamkan sejenak dengan maksud kita diajak berpifikir dulu sebelum berbuat entah itu lewat lisan tulisan bahkan tindakan.Dengan diajak berfikir dahulu, kalaupun kita mengeluarkan kemarahan kita dengan santun dan bijaksana, bukan hujatan atau kata-kata kasar, hingga nama-nama binatang diseluruh kebun binatang kita sebutkan. Seperti kita ketahui lidah bisa setajam silet, pena bisa setajam pedang.
Hati-hatilah apabila kita sedang dipuncak kemarahan sebaiknya jauhkan gadget dari tangan kita untuk sementara waktu, beri waktu untuk kita sedikit untuk cooling down dan memikirkan kata-kata yang lebih santun atau halus kalau ingin mencurahakan perasaan kita. Atau ambil cara lama dengan menulis diari atau surat diselembar kertas, silakan luapkan emosi kita disitu lantas kertas itu dibakar atau curhat pada satu atau dua sahabat, bukan curhat keroyokan seperti di facebook atau twitter, dahulu aku ingat sekali kalau mau curhat aku pilih-pilih teman, soalnya teman juga bisa berkhianat. Cara kuno seperti itu kayaknya lebih aman dibandingkan curhat melalui surat elektronik atau bikin status difacebook atau di twitter, yang akan menjadi masalah bagi kita suatu hari kelak, entah dibenci, balik dihujat atau yang paling buruk dipidanakan. Bahkan karena satu ucapan lisan yang kasar bisa mentrigger orang untuk membunuh! Oleh sebab itu walaupun marah itu manusiawi, ungkapkanlah dengan santun, siapa tahu dengan begitu orang yang membuat kita marah jadi tak enak hati dan bebesar hati meminta maaf karena telah membuat kita marah

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 4, 2010 in Tak Berkategori

 

Tag: , , ,

2 responses to “Marah dengan santun

  1. destasyalil

    Januari 8, 2010 at 10:09 am

    Betul tuh,
    Saya sering ngalamin ada di puncak kemarahan, tapi trus di bawa diem sambil narik napas dalem-dalem, abis tu baru mikir kenapa ya harus marah, diakan anakku, istriku, temanku, tetanggaku, dll. Emangnya nggak bisa di omongin baik-baik????.. Alhamdulillah emosinya turun.

    Setuju tu, kalo memang harus marah juga coba deh pake bahasa yang santun, jadikan waktu emosi kita bawa mikir kata-kata yang mo di pake jadikan emosinya agak turun tu…

    Btw, makasih ya dan salam kenal….

     
    • partnerinvain

      Januari 8, 2010 at 1:19 pm

      marah memang manusiawi dan manusia perlu menyalurkan kemarahannya, daripada maki-maki di ruang publik mending cari samsak, sekalian olah raga, atau kalo mau ditulis juga, ditulis dikertas dibakar.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: