Dia lelaki pertama yang kukenal didunia, yang kucinta selamanya, Abah. Setiap gerak-gerik, tingkah laku dan kebiasaanmu kurekam dengan baik, dikepalaku, dibenakku, dihatiku.
Dia memulai pagi dengan membaca koran pagi dan secangkir teh hangat, kadang kalau Dia ingin dia buat nasi goreng Jendral, yang memang rasanya Jendral menurutku. Entah berapa pagi yang kita habiskan dengan hanya mengobrol. Aku sangat suka momen itu. Kadang diselingi gelak tawa. Aku ingat pandangan mata Abah saat aku mengenakan baju seragam SMAku, pandangan seolah tak percaya anak gadis kecilnya telah beranjak remaja. Bagi dirinya aku tetaplah gadis kecilnya.
Setiap kali Abah mau berangkat kerja, aku selalu memperhatikan dia. Baju dan celananya yang tersetrika rapi waktu aku kecil dulu celananya dikasih kanji dan disetrika pakai strika besi dengan pemanas arang, baju putihnya dibilas dengan blau hingga berwarna kebiruan. Setiap memasang kaos kakinya ditengah-tengah kaos kaki yang telah dipasang dibetis dikasih karet gelang dilipat dengan rapi biar kaos kaki tidak melorot, sepatunya selalu licin bersemir, sapu tangan di saku depan,dompet disaku belakang tak lupa disisipkan sisir kecil. Tiap kali dia turun dari motor dan jambulnya berantakan tangannya langsung reflek menarik sisir kecilnya dengan gerakan khas, liwat bantuan kaca spion jambulnya yang ala Elvis kembali in.
Abah pembawaannya pendiam, kalau kumpul keluarga yang lain pada bicara dia mendengarkan dan tertawa dengan setia setiap kali ada bercandaan yang lucu, saat yang lain masih exist ngobrol dia ketiduran dipojokan. Abah juga jarang marah, kalaupun marah dia mendumel pada dirinya sendiri itupun karena dia melakukan kesalahan, atau dia ingin mengerjakan semuanya tapi ia tidak punya cukup waktu, atau ia ingin menyenangkan anak dan istrinya tapi ada sesuatu hal yang membuatnya tidak bisa melakukan itu.
Menjelang senja, dia mengenakan baju koko dan sarungnya dan siap ke mushola terdekat, sebelum pergi aku suka mencium tangannya yang bau sabun lifebuoy. Dulu waktu masih kecil kita selalu sholat Maghrib bersama.
Ketika malam tiba Abah orang yang terakhir tidur. Dia selalu memeriksa semua pintu dan jendela dan kompor. Selama dia ada aku selalu merasa aman dan nyaman. Abah akan menjaga kami, tiga wanitadi rumah itu.Dia menemani aku mengerjakan tugas-tugas sekolah dan kuliah kadang hanya menemani aku menonton film atau menonton bola.
Bah, saat-saat kau berada ditengah-tengah kami adalah saat-saat yang mengesankan setiap menitnya aku bersyukur menjadi anakmu.
Abah kau tak terganti



hajarabis
Desember 23, 2011 at 8:06 am
nice
saya senang mengikuti postingan anda
postingan yang menarik .
salam kenal yya dan sempatkan mampir ke
website kami.
rianaadzkya
Desember 23, 2011 at 4:10 pm
Ayah is my hero… :*
arRa II
Februari 6, 2012 at 7:36 am
Nice post..Postingan ini telah mampu membuat rasa rindu saya yang sangat ma abah
partnerinvain
Februari 6, 2012 at 11:41 am
thank you, kamu pasti punya Abah yang spesial juga